Seram Bagian Barat Maluku, SIBER88.CO.ID_Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Asri Arman, mendorong pengembangan perhutanan sosial tidak berhenti pada penanaman, tetapi dilanjutkan hingga hilirisasi berbagai komoditas untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Balai Perhutanan Sosial Ambon dan sejumlah instansi terkait di Kantor Bupati SBB, Kamis (1/10/2026).
Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon,Beny Ahadian Noor,mengatakan, sejumlah kelompok atau lembaga desa menjadi sasaran pengembangan perhutanan sosial dengan luas lahan lebih dari 200 hektare.
Program tersebut dikembangkan melalui pola agroforestri dengan mengombinasikan tanaman kayu, tanaman produktif, dan tanaman pangan. Komoditas yang berpotensi dikembangkan meliputi kelapa, kakao, pala, cengkeh, kayu putih, sagu serta tanaman lainnya.
“Hilirisasi bukan saja daun cengkeh, jangan hanya ambil satu. Bila perlu ambil bahan-bahan yang begitu melimpah di Bumi Saka Mese Nusa,” kata Asri.
Menurut Asri, potensi sumber daya alam SBB perlu dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, namun pengembangan tersebut harus memperhatikan kepemilikan lahan agar tidak memicu konflik.
“Hilirisasi mengenai lahan jangan sampai timbul permasalahan dengan masyarakat yang punya lahan agar tidak menjadi konflik internal yang merugikan masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa,” ujarnya.
Selain persoalan lahan, Asri meminta aspek lingkungan diperhatikan dalam pembangunan fasilitas pengolahan hasil komoditas.
Sementara itu, program Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) 2026 diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi kawasan perhutanan sosial.
Program tersebut melibatkan Balai Perhutanan Sosial Ambon, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, UPTD KPH SBB, Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Maluku, serta Dinas Pertanian Kabupaten SBB.
Pengembangan perhutanan sosial di SBB diharapkan tidak hanya menjaga fungsi hutan, tetapi juga mendorong pengolahan hasil produksi masyarakat sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
























