Lampung Tengah, SIBER88.CO.ID_ Kemarahan warga terhadap PT Bumi Sentosa Abadi (BSA)anak perusahaan kelompok usaha PT Bumi Waras atau Sungai Budi Group di Kecamatan Anak Tuha Lampung Tengah akhirnya pecah pada Rabu(12/8/2026).
Massa membakar sejumlah fasilitas perusahaan yang berada di wilayah Kampung Gunungagung, Negara Bumi Aji, Negara Aji Baru dan Negara Aji Tua sekira pukul 10.00 WIB.
Sejumlah fasilitas yang menjadi sasaran amukan warga diantaranya perkantoran, mess karyawan, gudang, kendaraan, bajak, mobil dan sepeda motor milik perusahaan.
Kedatangan massa dalam jumlah besar membuat aparat TNI-Polri yang melakukan pengamanan di lokasi kewalahan membendung amarah warga.
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penyebab pasti aksi pembakaran tersebut. Namun, informasi yang dihimpun menyebut persoalan bermula ketika warga mengamankan sebuah truk yang diduga mengangkut hasil panen kelapa sawit pada malam hari.
Truk tersebut kemudian dibawa warga ke kantor perusahaan. Warga meminta pihak perusahaan memberikan sanksi terhadap kendaraan yang diduga mengambil sawit tersebut.
“Itu permintaan warga, supaya yang mengambil kelapa sawit ditindak. Jangan warga yang hanya memungut brondolan langsung ditangkap. Mana adilnya ?,” ujar Nurohman, warga Anak Tuha.
Menurut Nurohman, warga merasa kecewa karena tidak mendapatkan kepastian terkait tindakan perusahaan terhadap persoalan tersebut sehingga warga emosi dan membakar fasilitas perusahaan.
Menurut Nurohman, sebelumnya ada kesepakatan antara warga dan perusahaan sama-sama tidak boleh memanen kelapa sawit
Sementara itu, anggota DPRD Lampung Tengah,Khanafiah,mengimbau seluruh pihak menahan diri agar situasi tidak semakin meluas dan segera kondusif.
“Kita berharap semua pihak bisa menahan diri, sehingga Lampung Tengah tetap kondusif,” pinta Khanafiah.
PT BSA diketahui menjalankan kegiatan perkebunan kelapa sawit dan tebu di wilayah Anak Tuha.
Selama ini, pengamanan kawasan perusahaan melibatkan personel Polres Lampung Tengah, petugas keamanan perusahaan serta pengamanan swakarsa.
Namun, banyaknya warga yang datang membuat petugas tidak mampu membendung massa hingga akhirnya sejumlah fasilitas perusahaan dibakar.
Hingga berita ini diterbitkan aparat keamanan masih melakukan penjagaan di kawasan PT BSA Anak Tuha untuk mengantisipasi situasi kembali memanas.
























