Bekasi Jabar, SIBER88.CO.ID_Kepala Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Saiman, meninjau langsung lokasi jalan longsor yang hampir memutus akses utama penghubung Desa Sukamekar dengan Desa Sriamur, Senin (28/9/2026).
Longsor terjadi di dusun 1, setelah hujan deras mengguyur wilayah Sukamekar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan bahu jalan amblas sepanjang kurang lebih 50 meter, dengan kedalaman mencapai hampir 3 meter.
Kerusakan itu kini menjadi perhatian serius karena jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dari Sukamekar menuju Sriamur maupun sebaliknya. Selain membahayakan pengguna kendaraan roda dua, kondisi jalan juga berpotensi menghambat aktivitas warga, termasuk kendaraan yang mengangkut hasil pertanian.
“Kami menerima laporan dari Kadus 1 tadi pagi. Kami langsung mengecek ke lokasi. Ini merupakan akses utama warga Sukamekar menuju Sriamur dan sebaliknya. Kalau dibiarkan, jalan bisa putus total dan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga,” ungkap Kades Saiman saat berada di lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, Saiman didampingi Kadus 1, aparatur desa, Ketua RT 02 dan RT 03, serta Babinsa. Setelah melihat langsung kondisi longsoran, Kades menginstruksikan agar dilakukan penanganan darurat guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun longsor susulan.
Sejumlah langkah cepat dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat, diantaranya:
1.Memasang garis pengaman dan barier beton sebagai pembatas agar warga tidak melintas terlalu dekat dengan bibir longsoran.
2. Melaksanakan gotong royong darurat bersama warga RT 02 dan RT 03, Kadus 1, dengan melakukan penimbunan sementara menggunakan karung berisi tanah.
3.Melaporkan kondisi tersebut secara resmi kepada Camat Sukawangi dan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan penanganan permanen melalui pembangunan bronjong atau turap.
Menurut Saiman, penanganan sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi, mengingat kondisi longsoran cukup panjang dan memiliki kedalaman yang membahayakan.
Saiman mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada malam hari.
“Kami mengimbau warga untuk sementara menghindari melintas pada malam hari dan tetap berhati-hati karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” katanya.
Saiman berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat segera menindaklanjuti kondisi tersebut. Menurutnya, pembangunan turap atau bronjong di sepanjang titik longsor membutuhkan penanganan teknis dan anggaran yang tidak sedikit.
“Kami berharap Pemkab Bekasi segera turun tangan, karena anggaran desa tidak cukup untuk pembangunan turap sepanjang ini. Ini jalan poros antar desa dan membutuhkan perhatian serius,” pinta Saiman tegas.
Hingga berita ini diturunkan, akses jalan masih dapat dilalui dengan sangat hati-hati, namun kendaraan berat untuk sementara diimbau tidak melintas di lokasi guna menghindari beban tambahan pada struktur jalan yang mengalami longsor.
Pemerintah Desa Sukamekar bersama unsur kewilayahan dan masyarakat akan terus memantau kondisi lokasi, sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.
























