Kecewa, Forum Kabuyutan Pakwan Padjajaran Gelar Aksi Keprihatinan

Bogor Jabar, SIBER88.CO.ID_Gabungan para budayawan dan penggiat budaya masyarakat Jawa Barat dari berbagai kabupaten dan kota yang tergabung dalam Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran menggelar aksi keprihatinan sekaligus menyampaikan rasa kecewa terhadap Pemerintah Kota Bogor dan instansi terkait.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Tb Lutfi Suyudi bersama sekira 100 orang penggiat budaya lainnya, dengan koordinator lapangan Y Firman Hidayat,pada Jum’at(8/5/2026),dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaan kawasan cagar budaya Batu Tulis Lawang Gintung Sumur Tujuh yang dinilai terancam rusak dan hilang akibat proyek pembangunan jalan di kawasan tersebut.

Para budayawan menilai sikap Pemerintah Kota Bogor beserta jajaran terkait terkesan tidak peduli terhadap keberadaan situs cagar budaya yang merupakan warisan sejarah leluhur dan telah teregister resmi dalam dokumen negara. Mereka menyoroti proyek pembangunan jalan yang melintasi kawasan Sumur Tujuh dan Bunker Mandiri yang masih berada dalam area cagar budaya Batu Tulis Lawang Gintung.

Selain itu, para penggiat budaya juga menyoroti kondisi jalan longsor di jalan Danasasmita, kawasan Batu Tulis, yang hingga kini telah lebih dari satu tahun belum tertangani secara maksimal. Mereka khawatir apabila dibiarkan terus menerus, longsor yang terjadi akan semakin besar dan dapat membahayakan serta merusak situs sejarah di kawasan tersebut.

Menurut para budayawan, berbagai upaya telah dilakukan dengan meminta Pemerintah Kota Bogor dan instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, agar mengubah jalur pembangunan jalan supaya tidak melewati kawasan cagar budaya Sumur Tujuh dan Bunker Mandiri, namun aspirasi tersebut disebut tidak pernah mendapat tanggapan serius.

Kekecewaan yang memuncak akhirnya membuat para budayawan melaporkan dugaan pelanggaran tersebut secara pidana kepada pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/B/732/X/2025/SPKT/Polresta Bogor Kota tertanggal 23 Oktober 2025. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya karena pembangunan dianggap telah merusak kawasan cagar budaya, namun hingga saat ini, proses penanganan laporan tersebut dinilai berjalan lambat dan belum memberikan kejelasan.

Para budayawan juga menyinggung persoalan longsor yang diduga akibat kualitas pembangunan dari PT KAI yang dinilai tidak maksimal sehingga longsor terjadi berulang kali. Meski masyarakat dan budayawan telah berulang kali menyampaikan permintaan penanganan selama lebih dari satu tahun, mereka mengaku hanya menerima janji tanpa realisasi nyata.

Karena berbagai jalur aspirasi dianggap menemui jalan buntu, Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran akhirnya menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan keprihatinan terhadap nasib situs budaya dan peninggalan sejarah di kawasan Batu Tulis.

Aksi tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, H Anton Charliyan,yang akrab disapa Abah Anton. Dalam suasana penuh kekeluargaan, terjadi dialog antara para budayawan dan pihak MASDA Jabar.

Dalam kesempatan itu, Abah Anton menyampaikan komitmennya untuk segera menyampaikan persoalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bogor, serta instansi terkait agar masalah ini dapat segera ditindaklanjuti.

Aksi berlangsung damai dan diakhiri dengan penyerahan surat aspirasi keprihatinan oleh perwakilan budayawan Tb Lutfi Suyudi kepada Abah Anton selaku Ketua Umum MASDA Jabar, untuk diteruskan kepada Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bogor, Kapolresta Bogor, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kapolri.