Bogor Jabar, SIBER88.CO.ID_ Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor terus memperkuat pertahanan bangsa dari ancaman narkoba dengan melakukan berbagai terobosan. Kamis (11/12/2025).
Salah satunya yakni melalui transformasi program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) dengan menggaungkan gerakan aksi nasional antinarkotika dimulai dari anak.
Upaya ini sejalan dengan pesan Kepala BNN RI yang menegaskan, ketahanan nasional dimulai dari keluarga yang kuat dan anak-anak yang bersih dari narkoba.
Kepala BNNK Bogor, Kombes Pol Anggun Cahyono, mengatakan, pihaknya saat ini tengah melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus bimbingan teknis untuk rekan-rekan agen pemulihan yang ada di desa atau yayasan rehabilitasi.
“Tahun ini kami memiliki tiga LKN (Laporan Kejadian Narkotika), di mana dua LKN ini laporan kejadian narkotika dan satu sudah P21 (lengkap/siap sidang) insyaallah, sedangkan yang dua lagi menyusul. Untuk barang bukti terdapat ganja dan sabu. LKN terakhir ini adalah pengedar sabu, yaitu seorang perempuan ibu rumah tangga,” katanya, Kamis (11/12/2025).
Lanjut dia, tahun ini pihaknya juga merehabilitasi sebanyak 50 klien. Untuk target asesmen terpadu (TAT) tahun ini kurang lebih sebanyak 70 orang. Berdasarkan laporan masyarakat, ada 12 orang yang diamankan, di mana delapan orang masih pelajar di wilayah Jonggol, baik SMA maupun SMK.
“Bukan hanya siswa sekolah, tetapi ada mahasiswa juga yang menggunakan sintetis, dan saat ini kita lakukan TAT. Kejadian ini sekitar dua minggu yang lalu berdasarkan laporan masyarakat kita tindaklanjuti. Barang bukti sinte yang diamankan 2 gram dari anak-anak sekolah ini,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, melalui informasi ini dirinya berharap bisa menjangkau lebih luas, karena jumlah penduduk di Kabupaten Bogor mencapai enam juta jiwa.
“Dari enam juta jiwa penduduk, 1,3 persen atau 100 ribu penduduk adalah pengguna narkotika di wilayah Bogor. Maka dari itu, mari kita bersama-sama jaga tetangga, keluarga, teman yang menggunakan narkoba,” tambahnya.
“Jangan sungkan-sungkan untuk melapor, Insya Allah tanpa biaya untuk dilaksanakan rehabilitasi. Mari kita laksanakan menjelang tahun baru ini dengan hidup sehat tanpa narkoba,” tandasnya.
























