Pembuatan Irpom di Wilayah Karangpucung Diduga Tak Sesuai Spesifikasi Teknis

Cilacap Jateng, SIBER88.CO.ID_Pembangunan irigasi perpompaan (Irpom) di Kelompok Tani (Poktan) Sudi Mulyo Desa Pangawaren Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap Jawa Tengah menuai sorotan.

Proyek yang dibiayai dari APBN Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 senilai Rp155.700.000 ini diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pada pekerjaan struktur pembesian.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan pembesian untuk kolom utama dan rangkaian besi yang berada di depan rumah Ketua Poktan kedapatan menggunakan besi berdiameter 10 mm (besi 10), padahal dalam gambar rencana teknis, komponen struktural tersebut seharusnya menggunakan besi berdiameter 12 mm (besi 12).

Selain diameter besi yang menyusut, jarak antar cincin atau sengkang (begel) yang terpasang juga terlihat sangat renggang, yakni hingga mencapai 30 cm. Hal ini memicu kekhawatiran terkait kekuatan jangka panjang dari struktur bangunan irigasi tersebut.

Saat dikonfirmasi di kediamannya, Ketua Poktan Sudi Mulyo, Teguh, tidak menampik adanya perbedaan material yang digunakan di lapangan dengan dokumen perencanaan.

Ia berdalih bahwa penggunaan besi 10 terpaksa dilakukan demi mengejar waktu karena keterbatasan stok material di pasar lokal.

“Memang di gambar seharusnya besi 12. Kenapa pakai besi 10? Karena besi 12 harus inden (dipesan terlebih dahulu),” ujar Teguh kepada awak media, Selasa(14/7/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun pendamping teknis mengenai langkah evaluasi atau sanksi terhadap dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek swakelola kelompok tani tersebut.