Jerih Payah PMI Diapresiasi Bupati Indramayu

Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_Bupati Indramayu, Nina Agustina menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) kabupaten Indramayu atas jerih payah, lelah dan ketangguhannya turut serta untuk membangun Indramayu.

“Saya menyampaikan apresiasi dan salam-salam cinta kepada seluruh PMI asal kabupaten Indramayu atas jerih, lelah dan ketangguhannya turut serta membangun Indramayu,” katanya.

Bacaan Lainnya

Pernyataan Bupati Nina Agustina disampaikan pada rangkaian Peringatan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) Tahun 2022 yang dilangsungkan dengan berbagai kegiatan di Lapangan Sport Centre Indramayu, Minggu (4/11/2022).

Nina menyampaikan kepada sejumlah peserta khususnya Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) selamat memperingati HPMI tahun 2022, dan mengajak bersama-sama wujudkan “Pekerja Migran Bermartabat, Negara Berdaulat, PMI Resmi Terlindungi”.

Nina menambahkan, kabupaten Indramayu merupakan daerah kantong PMI baik ditingkat provinsi maupun nasional, sehingga dalam hal ini pemerintah kabupaten Indramayu selalu mengupayakan yang terbaik bagi PMI, Purna PMI maupun Calon PMI.

Mengingat PMI yang bekerja diluar negeri mempunyai berbagai resiko yang berat dan tidak mudah ketika hidup di negeri orang, maka sudah sepatutnya PMI digelari pahlawan devisa, karena bukan hanya berkontribusi terhadap devisa di negeri ini juga karena keberanian, perjuangan dan pengorbanan para PMI untuk keluarga bangsa dan negara.

Bupati Indramayu berpesan kepada para PMI untuk tetap berhati-hati saat bekerja di negeri orang, harus bisa dan pintar-pintar menghindari calo, harus bisa meningkatkan taraf hidup dan bekerja dengan baik disana.

Nina juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) beserta jajarannya atas sinergi yang telah terjalin selama ini bersama pemerintah kabupaten Indramayu dalam memberikan pelayanan perlindungan terbaik bagi PMI.

Sementara itu Kepala BP2MI Benny Ramdhani menyampaikan, Indramayu adalah kabupaten dengan kantong terbesar di Jawa Barat untuk penempatan PMI bahkan terbesar di Indonesia.

Tercatat dalam tiga tahun terakhir warga indramayu yang bekerja di luar negeri antara lain Hongkong, Singapore, Taiwan berjumlah 25.985 pekerja.

Sehingga tambah Benny, dapat dibayangkan jika setiap bulan mereka mengirimkan uang hasil keringatnya bekerja di luar negeri minimal 5 – 10 juta untuk keluarganya di rumah.

Kondisi tersebut otomatis menjadikan penggerak roda ekonomi masyarakat di Indramayu, dimana dari 25.985 pekerja terdiri atas laki-laki 4.743 pekerja dan perempuan 21.241 pekerja.

“Data itu menunjukkan 75% adalah kaum perempuan, sehingga para pekerja migran ini tentunya harus mendapatkan perhatian bahkan pelindungan karena mayoritas perempuan,” katanya.

Benny juga meminta para kepala desa/lurah hingga camat untuk mensosialisasikan potensi calo ketika turun ke desa-desa yang kemudian membujuk masyarakat, menjanjikan pekerjaan, menjanjikan diberangkatkan dengan cepat dan dijanjikan uang yang justru ternyata menjadi korban penempatan ilegal.

Dipaparkannya, selama dua tahun setengah, masyarakat yang menjadi korban penempatan ilegal yang dipulangkan ke Indonesia berjumlah kurang lebih 81.000 pekerja.

“Total yang dipulangkan itu 81.000 dari Malaysia dan timur tengah paling banyak. Selanjutnya 90% korban penempatan ilegal adalah perempuan atau kaum ibu-ibu,” paparnya.

Selanjutnya PMI yang dipulangkan akibat sakit sebanyak 3.148 orang yang cacat secara fisik karena penganiyayaan, depresi ringan, berat dan bahkan hilang ingatan. Kemudian PMI meninggal sebanyak 1.495 orang dengan rata rata setiap hari pihaknya menangani 2 peti jenazah.

Benny mengucapkan, terimakasih kepada para PMI khususnya PMI kabupaten Indramayu. Menurutnya, mereka adalah orang-orang hebat, pejuang keluarga dan pahlawan devisa negara.

“Negara dan saya berhutang besar Kepada para PMI 159,6 triliun disumbangkan setiap tahun oleh PMI kepada negara ini, itu merupakan sumbangan devisa terbesar kedua kepada negara ini setelah sektor migas,” ungkapnya.

Lanjut Benny, atas nama negara dalam peringatan HPMI Tahun 2022 dengan tema besar Stop Human Traficking, diharapkan tentu ini adalah bagian terimakasih negara kepada para PMI.

“Jayalah para pekerja migran Indonesia, tetap merdeka, bebas dalam segala bentuk penindasan, berjuang dengan segala kemampuan dan kompetensi yang dimiliki serta kesejahteraan yang bisa diwujudkan ketika anda kembali ke tanah air Indonesia,”tandas Benny. (Bzz)

Pos terkait