Jakarta, SIBER88.CO.ID_Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (DPP HMTN MP) melaksanakan kunjungan kerja bersama tim ke Desa Bojong Kerta, Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam rangka menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Terintegrasi.
Ketua Umum DPP HMTN MP, Asril Naska, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat tani terintegrasi merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan.
“Pemberdayaan masyarakat tani terintegrasi adalah upaya meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani melalui pendekatan yang menyeluruh dan saling terhubung,” ujar Asril Naska saat ditemui di Desa Bojong Kerta, Selasa (13/1/2025), didampingi jajaran DPP HMTN MP.
Asril menjelaskan, program tersebut memberikan manfaat besar bagi kemajuan petani. Dalam pelaksanaannya, DPP HMTN MP berperan sebagai pembimbing dan fasilitator agar petani mampu mandiri dalam mengelola pertaniannya.
“Saat ini kami masih menggarap sekitar dua hektare lahan jagung hibrida. Kami juga telah berdiskusi dengan pimpinan kelompok tani agar dalam beberapa minggu ke depan dapat mengembangkan penanaman hingga 100 hektare. Target utama kami adalah mencapai 400 hektare lahan jagung hibrida,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, DPP HMTN MP bersama kelompok tani melakukan penyemprotan lahan jagung hibrida menggunakan produk pupuk milik HMTN MP.
Asril menambahkan, dirinya akan kembali ke Sukabumi pada pekan berikutnya untuk meninjau hasil penyemprotan tersebut.
Menurut Asril, kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis pertanian, tetapi juga menjadi simbol gerakan untuk menghidupkan kembali semangat bertani masyarakat desa dengan pendekatan modern.
Ia menegaskan bahwa desa merupakan pilar bangsa dan kedaulatan pangan adalah cita-cita yang harus terus diperjuangkan.
“HMTN MP memiliki tanggung jawab moral untuk memajukan petani dan bangsa. Program ini sejalan dengan visi dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, HMTN MP ingin menjadikan petani bukan sekadar penanam jagung, tetapi sebagai aktor utama pembangunan pertanian yang mandiri dan berdaya saing.
“Intinya, HMTN MP mendorong masyarakat desa agar lebih mandiri dan memiliki daya saing yang kuat,” tambah Asril.
Sesuai dengan mottonya Bangun Desa, Bangun Tani, Bangun Bangsa, DPP HMTN MP berkomitmen memberdayakan petani melalui pendidikan dan pelatihan, penyediaan akses teknologi pertanian modern seperti irigasi, traktor, dan alat panen, penguatan kelompok tani, perluasan akses pemasaran, serta kemitraan dengan perusahaan, pemerintah, dan lembaga terkait.
Selain itu, HMTN MP juga mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, pembangunan infrastruktur pertanian, serta akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan petani.
Sementara itu, Ketua DPK Kelompok Tani Remon Desa Bojong Kerta, Kecamatan Warung Kiara, menyampaikan rasa syukur atas kerja sama dengan DPP HMTN MP.
Menurutnya, pendampingan dan arahan yang diberikan sangat membantu para petani setempat.
“Kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, mulai dari cara menanam jagung hibrida yang baik, pemilihan pupuk, pengolahan lahan, hingga pemahaman tentang hak-hak petani. Selama ini kami minim pengetahuan hukum dan sering dirugikan oleh tengkulak,” ungkap Remon.
Dengan adanya program ini, para petani berharap kesejahteraan dan kemandirian mereka dapat meningkat secara berkelanjutan.
























