Salatiga Jateng, SIBER88.CO.ID_Divisi Humas Polri menggandeng mantan narapidana teroris guna mencegah berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi.
Ustadz Nasir Abas,eks narapida teroris digendeng dalam upaya kontra radikalisme dalam bentuk kegiatan Focus Group Discusion dengan tema Teroris Musuh Utama Kita Bersama digelar di pondok pesantren Majelis Tahfidzul Qur’an As-Surkati Blotongan Sidorejo Salatiga,Kamis(9/11/2023).
Ustad Nasir Abas bersama tim dari Divisi Humas Polri yang dipimpin Kombes Pol Nurul Azizah didampingi Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari bersama rombongan hadir di Ponpes As-Surkati.
Dihadapan para santri, Nasir Abbas bercerita,dirinya terjerumus dalam aksi terorisme sejak umur 16 tahun setelah sebelumnya belajar agama dengan salah seorang yang merupakan pentolan teroris.
“Saya ditawari ke Afghanistan secara gratis, namun, di sana disuruh berperang. Saya tidak dapatkan literasi tentang bahaya teroris, yang ada cuma jihad dengan perang,” cerita panjang lebar Nasir Abbas.
Dia mengaku bertaubat setelah sadar kalau terorisme adalah tindakan yang menyebabkan ketakutan dan kerusakan yang meluas serta bersikap intoleran karena tidak menerima perbedaan.
“Teroris itu bukan jihad, Mereka adalah orang-orang intoleran yang tidak menerima perbedaan, doktrin terorisme di Indonesia lebih cenderung mengeksploitasi target dan memainkan isu-isu Islam garis keras” ucap Nasir Abbas.
Untuk itu kata Nasir Abas,agar para generasi muda harus bijak dalam menggunakan media sosial dan jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang menyesatkan.
Pimpinan Majelis Tahfidzul Qur’an As Surkati, Ustad Diding Fatuding mengapresiasi Polri dengan memberikan pengetahuan yang didapat langsung dari salah seorang napiter terkait bahaya paham radikalisme yang tidak sesuai dengan Pancasila dan ajaran agama sehingga dapat merusak sendi-sendi demokrasi bangsa Indonesia.
Kombes Pol Nurul Azizah mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Salatiga dan jajarannya yang telah memberikan fasilitas kegiatan silaturahmi Kamtibmas dalam rangka mewujudkan Kamtibmas yang kondusif serta pimpinan pondok, pengurus dan para santri yang telah menjadi audiens.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng,Kombespol Satake Bayu menjelaskan,program deradikalisasi terorisme harus terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok yang dapat mengancam stabilitas kamtibmas.
” Stabilitas Kamtibmas dalam masa pemilu 2024 ini merupakan hal yang mutlak harus di jaga,”tegas Kabid Humas Polda Jateng.
“Salah satu caranya adalah program deradikalisasi terorisme harus tetap berjalan sebagai salah satu cara dalam memberikan edukasi serta pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya terorisme,”ujarnya.
Penulis : Pipit & Tim
Editor : Badruzzaman
























