Puskesmas Majenang 1 Upayakan Tekan Penularan TBC

Cilacap Jateng, SIBER88.CO.ID_Dalam upaya menekan angka penularan dan mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC), Puskesmas Majenang 1 menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC yang dilaksanakan pada Selasa(19/5/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh petugas kesehatan, kader posyandu, serta perangkat desa setempat yang turut berperan aktif dalam menjangkau masyarakat luas.

Kegiatan ACF TBC merupakan langkah proaktif yang dilakukan untuk mencari secara aktif warga yang berisiko terjangkit TBC, sehingga kasus dapat ditemukan lebih dini dan segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Kepala Puskesmas Majenang 1, dr Prasetya Justitia,memberikan penjelasan terkait tujuan dan manfaat dari kegiatan yang digelar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu strategi utama dalam mencapai target Indonesia Bebas TBC pada tahun 2030.

“Tujuan utama dilaksanakannya ACF TBC ini adalah agar tidak ada lagi kasus TBC yang terlewatkan atau tidak diketahui, terutama di kelompok masyarakat yang sulit dijangkau atau berisiko tinggi. Dengan mencari secara aktif, kita bisa menemukan orang yang sakit lebih awal sebelum mereka datang sendiri berobat, sehingga penularan ke orang lain bisa segera dihentikan,” jelas dr Prasetya saat ditemui awak media usai kegiatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan baik oleh masyarakat maupun sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

“Manfaatnya sangat banyak. Bagi masyarakat, mereka yang terindikasi sakit bisa diperiksa secara gratis, mudah dan tidak perlu jauh-jauh datang ke Puskesmas. Jika ternyata positif TBC, mereka akan segera mendapatkan pengobatan yang juga gratis dan dipantau sampai sembuh,” ujarnya.

“Selain itu, lingkungan sekitar juga menjadi lebih aman karena sumber penularan sudah diketahui dan diobati. Bagi puskesmas, kegiatan ini membantu kita mendapatkan data yang akurat mengenai situasi TBC di wilayah kerja, sehingga perencanaan program kesehatan ke depannya bisa lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan awal berupa tanya jawab gejala, pengukuran tanda vital, serta pengambilan sampel dahak bagi warga yang memenuhi kriteria. Seluruh proses dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Prasetya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut atau malu memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, keringat dingin di malam hari, atau demam yang tidak kunjung sembuh.

“TBC itu bisa disembuhkan, asalkan segera diperiksa dan diobati sampai tuntas. Kegiatan ACF ini akan terus kami laksanakan secara berkala agar semakin banyak warga yang terbantu dan wilayah Majenang semakin bebas dari TBC,” tegasnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat setempat, serta diharapkan dapat menjadi contoh pelayanan kesehatan yang mendekatkan diri kepada masyarakat.