Lampung Selatan, SIBER88.CO.ID_ Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXI/Radin Inten, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Andrian Susanto, menghadiri undangan kegiatan Groundbreaking Program Hilirisasi Industri Ayam.
Hal itu dilakukan untuk mendukung pengembangan sektor peternakan serta penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan nilai tambah produk unggas.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui paparan video conference yang berlangsung di Perkebunan PTPN I Regional 7 Trikora Desa Rejomulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan pada Jum’at (6/2/2026)kemarin.
Hadir dalam kegiatan itu Direktur utama PTPN, Sekda provinsi Lampung, Bupati Lampung Selatan, Aster Kodam XXI/RI, Kepala bidang 4 kanwil BPN Lampung, Region head PTPN 1 reg 7, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kasubid 1 indagsi Polda Lampung, Kasiter Kasrem 043/gatam, Kadister AU, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kajari Lamsel, Kasdim 0421/ls, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel dan tamu undangan lainnya.
Program Hilirisasi Industri Ayam ini merupakan salah satu upaya strategis dalam mendorong pengembangan industri peternakan terpadu, mulai dari hulu hingga hilir, guna meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat kemandirian pangan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu,Brigjen TNI Andrian Susanto menyampaikan bahwa Kodam XXI/Radin Inten mendukung penuh berbagai program pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah, BUMN dan pihak swasta sangat penting dalam mewujudkan pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Program hilirisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi, distribusi, dan kualitas produk unggas, sekaligus membuka peluang lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Kasdam XXI/Radin Inten.
Kegiatan groundbreaking ini menjadi langkah awal dalam merealisasikan pengembangan industri ayam terintegrasi di wilayah Lampung, yang diharapkan dapat menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor protein hewani.
























