Tak Terpasang Papan Proyek,Peningkatan Jalan Lapen Desa Purwosari Natar Diduga Asal Jadi

Lampung Selatan, SIBER88.CO.ID_Peningkatan jalan Lapis Penetrasi Makadam (Lapen) sumber anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024 ada dua lokasi yaitu Dusun Sumur Bandung dan Dusun Sidorejo Desa Purwosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sarat akan dugaan korupsi.

Dari keterangan narasumber dan investigasi yang dilakukan,diungungkapkan jika realisasi peningkatan jalan Lapen tersebut diduga tidak mengacu pada Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Dimana menurut SG (45) dan SN (44) warga Dusun Sumur Bandung, pekerjaan pembangunan lapen itu di laksanakan baru selesai beberapa hari yang lalu.

“Yang kami lihat batu splitnya cuma satu macam, masalah ukuran batu kurang paham ukuran berapa dan abu batu,”kata dia, Selasa(30/7/2024).

“Sebagai warga disini kami kecewa dengan hasil lapen tersebut, dapat dilihat dengan kualitas hasil pembangunan yang buruk, jalan bergelombang dan tipis. Jalan yang di lapen di dusun Sumur Bandung 3 x150 Meter,” tukasnya.

“ Ini baru beberapa hari mas, tetapi jalan ini sudah bergelombang mungkin disebabkan oleh pemadatannya kurang dan bahan materialnya kurang juga,”sambungnya.

“Yang jadi pertanyaan masalah tehnik ngelapen itu apa sudah benar? yang kami lihat pertama batu split diratakan terus pemadatan lalu disiram aspal dan diatasnya dikasih abu batu. Biasanya kan batu split untuk lapen itu ada tiga macam ukuran, ini kok cuma satu macam aja,”herannya.

Sementara di lokasi berbeda di Dusun Sidorejo, MP menjelaskan warga sekitar banyak yang bilang siraman aspalnya kurang.

” Iya mas banyak warga yang melintas di jalan lapen itu mengatakan jalan itu asal jadi, mungkin karena siraman aspalnya terlalu tipis makanya bubar kayak gitu, sudah di bagusin tapi hasilnya kayak gitu ngabis-ngabisin uang pemerintah aja,” ketusnya.

Sementara AB (70) warga sekitar saat melintasi jalan lapen dimintai pendapat, dirinya mengatakan kalau bisa jalan lapen tersebut diperbaiki lagi.

” Saya berharap jalan ini di perbaiki lagi, masa hasil lapennya kayak gini tipis benar, kalau dibiarin seperti ini tidak akan bertahan lama pasti bubar lagi, setau saya jalan yang di lapen didusun ini 3 x 360 Meter, padahal pelaksana kerjanya orang sini juga namanya Wanto,” saran dia.

Pantauan media SIBER88 pada hari Selasa (30/7/24) siang nampak terlihat jika penggunaan lapisan Lapen yang dikerjakan tipis, sehingga membuat banyak batu krikil yang berserakan.

Terlihat di lokasi lapen ada bekas drum aspal yang ada di dusun Sumur Bandung ada 14 drum dan di dusun Sidorejo ada 10 drum. Sampai berita ini dipublikasikan tim pelaksana kerja, Wanto,belum bisa dikonfirmasi dikarenakan yang bersangkutan tidak berada dirumah.

Penulis: AsyadiEditor: Badruzzaman