Satgas Yonif 521/DY Sigap Beri Pertolongan ke Warga Korban Luka Parang Saat Berkebun

Papua, SIBER88.CO.ID_ Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara aktif dan konsisten melaksanakan berbagai program pelayanan kesehatan di Papua sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah terpencil.

Sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, Satgas Yonif 521/DY melaksanakan pelayanan kesehatan kepada yang mengalami luka di tangan akibat terkena parang saat melaksanakan aktivitas berkebun di wilayah Distrik Apalapsili pada Minggu(4/1/2026).

Korban seorang ibu bernama Yuliana Yare(52) mengalami luka cukup serius pada bagian tangan akibat terkena parang secara tidak sengaja saat bekerja di kebun. Mengetahui kejadian tersebut, personel TNI dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan segera melakukan penanganan medis.

Dalam tindakan medis yang dilakukan, personel TNI membersihkan luka, menghentikan pendarahan, serta melakukan penjahitan sebanyak 7 jahitan guna mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Seluruh tindakan dilakukan sesuai prosedur kesehatan lapangan dengan mengedepankan keselamatan korban.

Sementara itu,Yuliana Yare menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan respon cepat dari personel TNI.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan bapak-bapak TNI,” ungkapnya.

Komandan Satgas Yonif 521/DY,Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, menyampaikan bahwa TNI berupaya menjembatani kesenjangan pelayanan kesehatan dan menunjukan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat Papua, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah penugasan.

“Di banyak kampung yang minim fasilitas kesehatan formal, pos-pos TNI menjadi tumpuan utama bagi warga untuk mendapatkan pertolongan medis darurat atau konsultasi kesehatan dasar,” sambungnya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) TNI,” ungkapnya.

Prajurit Satgas Yonif 521/DY “siap sigap” mencerminkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menjalankan tugas untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan atau kondisi medis darurat lainnya ketika dibutuhkan oleh warga setempat, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses fasilitas kesehatan.