Bandar Lampung, SIBER88.CO.ID_Ardi, yang mengaku bekerja di PT Lematang Sukses Mandiri (LSM), memberikan klarifikasi terkait proses perekrutan pekerja yang belakangan menjadi perbincangan.
Menurut Ardi, awalnya ia hanya merekrut satu orang pekerja bernama Radit untuk bekerja di area Japfa. Karena masih membutuhkan tambahan tenaga kerja, ia meminta agar Radit mencarikan pekerja sesuai prosedur, kemudian Radit mengajak dua orang lainnya, yakni Bintang dan Arjun.
Sebelum mereka mulai bekerja, Ardi mengaku telah menanyakan apakah keduanya telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurut keterangannya, keduanya menyampaikan bahwa KTP mereka masih dalam proses pembuatan.
Ia juga mengaku telah memastikan status pendidikan mereka dengan menanyakan apakah masih bersekolah atau telah lulus. Dari jawaban yang diterimanya, seluruhnya mengaku sudah lulus sekolah.
“Sebelumnya saya sudah menegaskan kepada Radit agar mereka yang ingin bekerja harus memiliki identitas (KTP),” ujarnya, Senin(3/8/2026).
Ardi menjelaskan bahwa setiap kali diminta menunjukan KTP, para pekerja tersebut memberikan berbagai alasan, seperti KTP tertinggal atau belum selesai dibuat. Bahkan, menurut pengakuannya, pada suatu kesempatan mereka sempat menggunakan KTP milik orang tua atau orang lain saat masuk bekerja.
Lebih lanjut, Ardi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memaksa siapa pun untuk bekerja. Ia menyatakan bahwa seluruh pekerja datang atas kemauan sendiri tanpa adanya unsur paksaan.
Hingga berita ini ditulis, keterangan tersebut merupakan penjelasan dari pihak Ardi.
Apabila terdapat pihak lain yang memiliki pandangan atau keterangan berbeda, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
























