Semarang Jateng, SIBER88.CO.ID_Diduga investasi bodong puluhan member mendatangi rumah mewah di jalan Blancir Sari 3 Plamongan Sari Pedurungan kota Semarang Jawa Tengah,Senin(2/1/2023).
Mereka membentangkan spanduk protes yang ditunjukkan kepada pemilik rumah berinisial DAS.
Tak hanya itu, mereka juga membentangkan kain putih berisi tanda tangan petisi sekaligus jumlah nominal kerugian yang dialami sebagian korban. Mereka mengaku, kerugian yang dialami korban ditaksir Rp 300 miliar dengan total member 2 ribu orang.
Sayangnya, aksi mereka tidak disambut pemilik rumah lantaran rumah mewah bercat putih tersebut dalam keadaan kosong tak berpenghuni. Hanya ada beberapa petugas kepolisian, Bhabinkamtibmas dan Babinsa kelurahan setempat yang berjaga di sekitar rumah DAS.
Kemudian beberapa member meminta tolong kepada WN88 Unit 04 Jawa Tengah Mitra TNI-POLRI untuk memediasi antara para korban investasi bodong dengan DAS.
“Tujuan para korban hanya untuk meminta kembali uang yang sudah diinvestasikan ke saudara DAS,sebab selama ini para investor tidak pernah mendapatkan apa-apa,hanya janji-janji saja,”terang Bayu Tantra ketua WN88 sub unit04 Jawa Tengah kepada media SIBER88.
“Kasihan para korban investisai bodong tersebut,uang untuk berinvestasi hasil dari pinjaman ke bank dengan menggadaikan sertifikat rumah,sedangkan untuk setor ke bank itu para korban hanya mengandalkan hasil dari investasi,”sambung Bayu.
Di tempat berbeda,Arisulistiyono(54) warga desa Sembungharjo Semarang salahsatu korban investasi bodong membenarkan bahwa dirinya beserta puluhan korban lainya meminta bantuan kepada WN88 Sub Unit04 Jawa Tengah guna menyelesaikan permasalahan tersebut.
Diketahui DAS mengaku sebagai founder mengatasnamakan dari PT Agung Sedayu Group(ASG)untuk meyakinkan para korbanya agar berinvestasi. Sampai saat ini DAS menghilang dan tidak diketahui keberadaanya. (Bzz)
























