Pemuda Muhammadiyah SBB Minta Polisi Tuntaskan Kasus Pembacokan Rafli Bufakar

SBB Maluku, SIBER88.CO.ID_Dukungan terhadap pengungkapan kasus dugaan penyerangan dan pembacokan yang menimpa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku, Rafli Bufakar, terus mengalir.

Kali ini, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendesak Polres SBB segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah SBB, Darman Wance, menegaskan aparat kepolisian tidak boleh berhenti pada pengungkapan sebagian pelaku. Menurutnya, seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa pembacokan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami meminta Polres Seram Bagian Barat bekerja maksimal dan profesional dalam mengusut kasus ini. Seluruh pelaku yang terlibat harus segera ditangkap dan diproses hukum agar rasa keadilan bagi korban dan keluarganya dapat terpenuhi,” ujar Darman, Minggu (7/6/2026).

Desakan itu menambah daftar organisasi yang sebelumnya telah menyuarakan tuntutan serupa, diantaranya PMII, IKA PMII, PWNU Maluku, MUI Kabupaten SBB, GMNI, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan dan kemahasiswaan lainnya.

Kasus pembacokan terhadap Rafli menjadi perhatian luas karena dinilai berkaitan dengan rasa aman masyarakat dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah.

Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, penyerangan diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan sekira empat hingga lima unit sepeda motor. Sebagian dari mereka disebut membawa senjata tajam jenis parang.

Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa salah satu terduga pelaku yang membonceng pelaku pembacokan diduga sempat meneriakkan kalimat “bunuh yang itu” sesaat sebelum aksi kekerasan terjadi. Informasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap kronologi secara utuh.

Peristiwa itu terjadi saat Rafli Bufakar bersama Kepala Dusun Jusmin Papalia, Kepala Pemuda Sardi Loilatu, dan Amir Rahayaan menuju Pos Polisi Subsektor Laala untuk melaporkan cekcok yang sebelumnya terjadi di kawasan Tanah Goyang.

Dalam perjalanan, mereka melihat sejumlah sepeda motor bergerak ke arah Tanah Goyang dan berupaya memutar balik kendaraan, namun, kelompok yang diduga melakukan pengejaran berhasil mendekati rombongan.

Saat situasi memanas, Rafli yang dibonceng Jusmin Papalia turun dari sepeda motor. Tidak lama kemudian, ia diduga menjadi sasaran penyerangan hingga mengalami luka bacok serius dan harus menjalani perawatan medis.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu perkembangan resmi dari Polres Seram Bagian Barat terkait hasil penyidikan, jumlah terduga pelaku yang telah diamankan, serta langkah lanjutan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.