Bekasi Jabar, SIBER88.CO.ID_Acara Bimtek(Bimbingan Teknis) yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendapat sorotan tajam dari Komite Pemuda Peduli Pembangunan Desa(KP3D).
Acara Bimtek yang diadakan di Bali dihadiri oleh para Kades dan BPD dari seluruh Kabupaten Bekasi. Namun, menurut pernyataan dari KP3D, lokasi yang dipilih untuk acara tersebut dianggap kurang tepat.
“Sementara kami menghargai upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan desa, pemilihan Bali sebagai lokasi acara Bimtek ini memunculkan pertanyaan yang serius,” kata Ketua Umum KP3D, PSF Parulian Hutahaean,Selasa(7/5/2024).
Menurut Ketum KP3D, pemilihan Bali sebagai tempat pelaksanaan Bintek menimbulkan pertanyaan tentang keberpihakan dan efisiensi anggaran.
“Ada banyak tempat di Kabupaten Bekasi yang dapat menjadi tuan rumah acara ini dengan biaya yang jauh lebih rendah dan dengan fokus yang lebih tepat pada kebutuhan lokal,” tambahnya.
KP3D juga menyoroti kurangnya keterlibatan masyarakat setempat dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya mengakomodasi suara dan kebutuhan langsung dari warga desa dalam proses pengambilan keputusan.
Sementara dari temuan-temuan KP3D terkait penggunaan ADD DD di salahsatu desa (desa Muktiwari)Kecamatan Cibitung untuk plang jalan yang jelas terjadi mark up yang luar biasa dengan anggaran Rp 50 juta hanya 15 titik dan pertitiknya 2 juta rupiah.
Pemerintah Kabupaten Bekasi belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang diajukan oleh KP3D terhadap acara bimtek di Bali.
Meskipun demikian, masukan dari berbagai pihak diharapkan akan menjadi bahan evaluasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang.
























