Berawal Dari Laporan Seorang Jurnalis di Garut, JQR Gerak Cepat Bantu Siti Julaeha Penderita Tumor Jinak Asal Wanaraja Garut

Garut, SIBER88.CO.ID//Jabar Quick Respone membantu Siti Julaeha alias Nit-nit (21) warga Kampung Tajursela RT 02/RW 02 Desa Sukamenak Wanaraja, Kabupaten Garut yang menderita tumor jinak di punggung dan di kakinya. Jum’at (10/9/2021).

Perwakilan Tim Jabar Quick Response Kabupaten Garut, U.Abdul Majid,MH. mengatakan, pihaknya mendatangi kediaman Siti Julaeha untuk melihat kondisi Siti Julaeha dengan didampingi oleh ketua RT setempat.

Bacaan Lainnya

U.Abdul Majid menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan informasi perihal kondisi Siti Julaeha tersebut berawal dari laporan seorang warga bernama Adis Cahyana yang berprofesi sebagai jurnalis.

“Kami mengetahui kondisi Siti Julaeha itu berawal dari laporan warga bernama Adis Cahyana yang berprofesi sebagai Jurnalis. Ia melaporkan terkait kondisi Siti Julaeha melalui media sosial JQR dan memuatnya di media online berharap Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Sehingga kami pun bergerak cepat untuk menindaklanjuti terkait laporan tersebut”.,tutur U.Abdul Majid kepada awak media.

Lanjut U.Abdul Majid, bantuan yang disalurkan kepada Siti Julaeha berupa uang tunai sebesar 2 Juta Rupiah yang bersumber dari bantuan Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil.

Bantuan tersebut diberikan untuk biaya operasional pengobatan Siti Julaeha ke RS Santosa Kopo Bandung. Mengingat untuk biaya perawatan dan tindakan. Siti Julaeha terbantu oleh program JKN-KIS.

Sebelumnya, dikabarkan terkait mirisnya nasib yang di alami keluarga ibu Onyas yang beralamatkan di kampung Tajursela RT 02 RW 02 Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Pasalnya, Siti Julaeha alias Nit-nit (21) anak dari ibu Onyas saat ini tengah mengidap penyakit tumor jinak di sekujur tubuhnya, dan telah menjalani operasi 1 kali

Tumor jinak yang berupa benjolan di tubuhnya sempat dioperasi sebulan yang lalu di RSU Nurhayati Garut. namun itu baru benjolan yang ada di kakinya. Sedangkan benjolan yang ada di punggung dan dibagian tubuhnya yang lain belum ditindak lanjut karena faktor biaya.

Untuk pengobatan lebih lanjut, menurut dokter spesialis bedah RSU Nurhayati Garut, dr.Hadiyana Suryadi, Sp.B menerangkan, bahwa Siti Julaeha harus dirujuk ke RS Santosa , Kabupaten Bandung ke dokter khusus yang menangani tumor atau dalam istilah medis adalah dokter Spesialis Bedah Onkologi.

Setelah divonis harus di rujuk ke Bandung, keluarga Siti Julaeha pun bingung. Onyas ibunda Siti Julaeha mengaku, meskipun pengobatannya menggunakan BPJS, namun ia tak punya biaya untuk operasional berangkat ke Bandung. Ia juga khawatir ada resep obat yang tidak ditanggung BPJS dan ia harus membeli di apotek luar untuk anaknya.

Onyas berharap bantuan dari pemerintah, para dermawan yang sudi membantu untuk biaya pengobatan anaknya ke Bandung, karena sudah tidak tahu harus bagaimana untuk mencari biayanya.

Terkait adanya bantuan dari Gubernur Jawa Barat tersebut, rencananya pihak keluarga dalam waktu dekat ini akan membawa Siti Julaeha ke RS Santosa Bandung untuk menjalani pengobatan tumor yang dideritanya itu. (Saefudin)

Pos terkait