Anak Penjual Pentol Kuah Lulus Jadi Prajurit TNI

Banten, SIBER88.CO.ID_ Seorang anak penjual pentol kuah sukses menjadi anggota prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Dia adalah Wisnu Surya Saputra yang kini sedang mengikuti pendidikan di Pangalengan Kodam III/Siliwangi.

Sang ayah setiap sore hari berjualan pentol kuah di pinggir jalan persis di depan Alfamart Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung Lebak. Sementara itu, sang Ibu setiap pagi berjualan jamu keliling mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Wisnu Surya Saputra anak ketiga dari dua bersaudara asal Desa Warunggunung Kecamatan Warunggunung Lebak Banten. Keseharian dia, setiap pulang sekolah selalu membantu ayahnya berjualan pentol kuah di pinggir jalan.

Menurut Nardi (orang tua),dari Wisnu Surya Saputra,menjadi anggota prajurit TNI AD tidak lah mudah. Sebab, kata Nardi, berdasarkan cerita-cerita yang beredar di tengah masyarakat kalau menjadi prajurit harus menyediakan uang dalam jumlah tertentu.

Tapi kata Nardi, dengan tekad dan niat yang kuat dari anaknya, Wisnu Surya Saputra bisa lulus tanpa biaya. Nardi mengaku terharu dan merasa bangga anaknya bisa lulus menjadi anggota prajurit TNI dengan murni.

“Anak saya modal nekat dan niat, saya bilang sama Wisnu kita tidak punya uang untuk biaya, paling hanya bisa mendoakan dan membantu uang untuk transport semampunya. Alhamdulilah anak saya mengerti kondisi ekonomi keluarga,” ucap Nardi dengan penuh haru,Kamis(11/12/2025).

Nardi bercerita memang anaknya sejak kecil sudah menjadi atlit pencak silat. Bahkan, kata Nardi, Wisnu pernah menjadi juara 1 nasional kelas E putra kejuaraan cabang olahraga DBON, juara 2 propinsi dan juara 1 kabupaten.

Nardi bersyukur anaknya lulus masuk TNI-AD yang merupakan cita-cita kebanggaan keluarganya. Dalam himpitan ekonomi tersebut, kata Nardi, dia hampir dilanda putus asa. Dalam benak pikiran Nardi, dia sempat mengatakan apakah mungkin anaknya bisa lulus menjadi anggota TNI AD lantaran tidak memiliki uang untuk biaya.

Namun, mimpi anaknya menjadi anggota TNI kembali melecutnya. Tak mau menjadi beban pikiran sang ibu dan ayah. Kata Nardi, anaknya terus mengikuti proses seleksi dan sampai tingkat akhir di Bandung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0603/Lebak, Korem 064/Maulana Yusuf Serang, Grup 1 Kopassus Serang, Kodam III/Siliwangi yang telah mensupport para calon prajurit asli negeri menempuh seleksi dari tes administrasi sampai Pantukhir,” sebutnya.

“Cerita jadi prajurit perlu biaya besar itu bohong, ternyata tidak pakai biaya. Saya saksi hidup biaya seleksi tidak dipungut biaya hanya untuk transportasi dan makan saja,” pungkas Nardi.

Penulis: KikinEditor: Badruzaman