Bandar Lampung, SIBER88.CO.ID_Kehilangan sandal saat shalat Jumat rasa-rasanya sudah menjadi masalah setiap hari Jumat bagi para jamaah. Berangkat pakai sandal bagus, pulang-pulang tanpa alas kaki.
Hal tersebut juga menimpa seorang pemuda yang satu ini. Ia mendapati sandalnya raib selepas menunaikan shalat Jumat di Masjid Raya Al-Bakrie, Jumat (26/12/2025).
Tak sampai di situ, rasa terkejutnya tidak hanya karena mengetahui sandalnya hilang, tapi juga saat melihat beberapa jamaah ikut kehilangan sandalnya setelah shalat Jumat.
Nasib apes yang dialami pemuda bernama Faris merupakan salah satu jamaah yang tengah melaksanakan ibadah sholat Jumat di Masjid Raya Al – Bakrie.
Berawal dari raut wajah kebingungan ketika hendak meninggalkan masjid, Faris ditanya oleh salah satu teman yang kemudian dirinya curhat bahwa dirinya kehilangan sandal.
Begitu selesai salat, ia menyadari bahwa sandal miliknya dicuri dan bingung mau melaporkan kemana.
Ia mengaku tak masalah bila memang sandalnya yang sudah hilang. Kendati demikian, ia meradang dengan tidak ada respon dari pihak keamanan Masjid Raya Al – Bakrie.
“Waktu berangkat sholat jum’at rapi, dari atas sampai alas kaki, pas pulang malah tanpa alas kaki,” timpalnya.
Menurut Faris, kejadian ini tidak hanya terjadi kali ini saja, dirinya sudah mengalami ketiga kalinya kehilangan sandal di masjid ini. Seharusnya pihak keamanan lebih memperhatikan kedepannya agar kejadian seperti ini tidak selalu terjadi setiap shalat jumat.
Kepala Divisi Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Warung Nusantara 88 (WN88) Sub Unit 13 Kota Bandar Lampung, Bambang Irawan, menyoroti maraknya kasus pencurian sandal di Masjid Raya Al-Bakrie setiap shalat jumat.
Ia mengimbau seluruh keamanan masjid khususnya scurity untuk meningkatkan pengawasan yang lebih ketat sebagai langkah preventif.
“Ini peringatan bagi kita semua. mencuri di rumah ibadah tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Menurut laporan masyarakat, kasus kehilangan sandal tersebut terjadi paling sering ketika ibadah shalat Jumat, hal ini memunculkan kekhawatiran di kalangan jamaah tempat ibadah dan masyarakat sekitar.
Bambang menilai, lemahnya pengawasan dan kurangnya sistem keamanan bisa membuka peluang bagi pelaku untuk memanfaatkan situasi. Ia menegaskan perlunya evaluasi dari pengurus masjid dalam mengelola sistem keamanan agar jamaah nyaman dalam melaksanakan ibadah.
Tak hanya kepada pengurus masjid, ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan masjid.
Menurutnya,partisipasi aktif warga dalam melapor dan menjaga ketertiban dinilai sangat penting.
“Kita semua bertanggung jawab menjaga tempat ibadah khususnya Masjid Raya Al-Bakrie,” pungkasnya.
























