Pemerintah Provinsi Sulsel Terus Genjot Infrastruktur Jalan

Sulsel, SIBER88.CO.ID_ Pemerintah Provinsi Sulsel mengumumkan bahwa panjang jalan provinsi di wilayahnya terhitung hingga 2023 tercatat 2014,23 kilometer (km).

Dari total tersebut kondisi kemantapan jalan hanya 75,38%. Sepanjang 948,74 km atau 47,1% tercatat dalam kondisi jalan baik dan 569,51 km atau 28,27% dalam kondisi sedang. Sementara untuk kondisi jembatan provinsi, kondisi baik sebanyak 481 unit atau 57,2% dan kondisi sedang sebanyak 258 unit atau 30,67%.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Astina Abbas, saat itu mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan pekerjaan fisik untuk tahun anggaran 2024 ini supaya persentase kemantapan jalan bisa meningkat.

Pemprov Sulsel pada tahun 2025 ini juga menggenjot perbaikan jalan, bahkan masuk dalam program prioritas dan sudah berkontrak hingga 2027 mendatang.

Pada puncak peringatan ke-356 tahun Sulsel lalu, diwarnai dengan peluncuran atau launching proyek multi year sebesar Rp3,7 triliun atau Multi Years Project (MYP) 3,7.

MYP 3,7 ini adalah mega proyek yang dikerjakan selama tiga tahun sejak tahun 2025 hingga 2027. Item pengerjaan MYP 3,7 tersebut adalah infrastruktur perbaikan jalan Rp2,5 triliun, Rp764 miliar disiapkan untuk pembangunan jaringan irigasi baru seluas 54.000 hektare dan Rp500 miliar untuk pembangunan dua unit Rumah Sakit Regional di beberapa wilayah strategis, yakni di wilayah Luwu Raya dan di wilayah selatan tepatnya di Kabupaten Gowa.

Baru-baru ini, paket 1 dari 5 paket yang ada sudah dimulai pengerjaannya di jalan Hertasning Makassar. Secara spesifik, ruas yang akan ditangani diantaranya adalah Makassar ke Gowa: jalan Hertasning dan jalan Aroepala; Kabupaten Gowa: jalan Tun Abdul Razak, jalan HM Yasin Limpo, Ruas Burung Burung – Bili Bili, Sungguminasa – Malino, dan Malino – Batas Sinjai; Kabupaten Sinjai: Ruas Batas Gowa – Tondong, Botolempangan – Batubelerang – Batas Bulukumba dan Batas Bulukumba – Sanjai,Sinjai dan Kabupaten Bulukumba: Ruas Batas Sinjai – Palampang, Tanete – Tanaberu dan Kalimporo – Sumalaya – Batas Sinjai.