Dinamika Stunting SBB: Perspektif Akademik Tekankan Validitas Data dan Efektivitas Intervensi

Seram Bagian Barat Maluku, SIBER88.CO.ID_Polemik terkait anggaran operasional dan fluktuasi angka stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memunculkan beragam respons publik.

Ketua Dewan Pembina Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) SBB, Jamadi Darman,Selasa(21/4/2026) menyampaikan pandangan berbasis pendekatan akademik dengan menekankan pentingnya validitas data dan efektivitas intervensi kebijakan.

Dalam keterangannya, Darman menilai kritik yang berkembang merupakan bagian dari mekanisme kontrol sosial yang sah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa analisis terhadap isu stunting harus dilakukan secara komprehensif, berbasis data empiris, serta mempertimbangkan konteks struktural wilayah.

“Prevalensi stunting sebesar 31,4 persen perlu dipahami sebagai hasil dari proses pendataan yang semakin akurat dan transparan hingga tingkat desa. Pendekatan bottom-up memungkinkan identifikasi kasus yang sebelumnya tidak terlaporkan, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih valid untuk intervensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mobilitas kader PKK di lapangan merupakan bagian dari strategi implementasi program berbasis komunitas.

Dalam perspektif kebijakan publik, kehadiran langsung di wilayah sasaran menjadi variabel penting dalam memastikan efektivitas distribusi program dan perubahan perilaku masyarakat.

“Dalam konteks geografis SBB yang kompleks, pendekatan lapangan tidak dapat disubstitusi oleh kerja administratif semata. Aktivasi Posyandu, edukasi pola asuh dan konsolidasi kader membutuhkan interaksi langsung sebagai instrumen perubahan sosial,” jelasnya.

Darman juga menekankan pentingnya sinergi multipihak dalam percepatan penanganan stunting, dengan membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat sipil dan kalangan akademisi untuk menghasilkan model intervensi yang adaptif dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, ia mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas program melalui publikasi berbasis data di kanal digital, guna memastikan setiap kebijakan dan alokasi anggaran dapat dievaluasi secara objektif oleh publik.

“Pendekatan ilmiah, transparansi data dan kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama dalam menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan di SBB,” tandasnya