Cilacap Jateng, SIBER88.CO.ID_Upaya mendukung perkembangan sektor pertanian di wilayahnya,pemerintah kabupaten Cilacap melalui Dinas Pertanian setempat telah memberikan bantuan dalam bentuk program pembangunan jalan usaha tani.
Program ini bertujuan untuk memperbaiki aksesibilitas bagi kelompok tani dalam mengelola lahan pertanian mereka. Salah satu proyek pembangunan jalan usaha tani yang sedang berlangsung berlokasi di desa Kutasari kecamatan Cipari kabupaten Cilacap.
Sumber anggaran untuk proyek ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pertanian yang dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Dengan nilai proyek mencapai Rp 399.820.000,00, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan infrastruktur di wilayah pertanian dan secara langsung mendukung kemajuan ekonomi para petani di desa Kutasari.
Pelaksanaan proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kalender. Kegiatan ini akan mencakup pembenahan dan pembangunan jalan akses usaha tani untuk Kelompok Tani Argo Tunas yang berbasis di Desa Kutasari.
Jalan ini akan menghubungkan area pertanian dengan pasar lokal, sehingga memudahkan distribusi produk pertanian dan meningkatkan potensi ekonomi petani setempat.
Salah satu anggota Kelompok Tani Argo Tunas, Ahmad Shaefudin yang juga merupakan petani aktif di desa Kutasari mengungkapkan rasa terimaksihnya terhadap Pemkab Cilacap atas alokasi anggaran yang diberikan untuk pembangunan jalan usaha tani ini.
“Langkah ini akan membantu para petani dalam mengatasi kendala aksesibilitas yang selama ini mereka hadapi,”ucap Ahmad Shaefudin,Minggu(27/8/2023).
“Kami berharap bahwa setelah jalan selesai dibangun, akan terjadi peningkatan produksi dan pemasaran hasil pertanian,”harapanya.
Jurnalis media SIBER88, Kasikin, turut meliput perkembangan proyek pembangunan jalan usaha tani ini,dari hasil pantauan media menunjukkan bahwa meski proyek berada di medan yang sulit dan menghadapi tantangan air, perkembangan pembangunan berlangsung cukup positif.
Meskipun proyek ini mendapatkan banyak apresiasi, tidak dapat diabaikan pula bahwa proses pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan seringkali menghadapi tantangan alam dan logistik yang berbeda dari proyek di daerah perkotaan.
Kendalanya seperti tanah berlumpur, medan yang terjal, dan keterbatasan sumber daya bisa memperlambat proses pembangunan. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat, diharapkan bahwa proyek ini akan selesai sesuai jadwal dan memberikan manfaat yang signifikan bagi kelompok tani serta ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Cilacap pun diharapkan terus berkomitmen untuk memberikan perhatian pada pengembangan sektor pertanian dan infrastruktur pedesaan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
(Kikin)
























