Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_Gelaran dodok bari ngomong(Dokmong)dilakukan oleh Sanggar Kedung Penjalin bersama masyarakat desa Tugu,bertempat di aula desa Tugu kecamatan Sliyeg kabupaten Indramayu,Minggu(26/2/2023).
Dalam Dokmong tersebut,Sanggar Kedung Panjalin gandeng forkopimcam dan forkopimda guna mendorong budaya adat mapag tamba agar dapat digelar dalam bentuk festival tahunan.
Menurut Fidri Ketua Sanggar Kedung Panjalin, adat mapag tamba sangat layak untuk dikemas menjadi sebuah event besar.
“Terlebih, mapag tamba sendiri sudah mendapat sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada 2016 lalu,”ungkapnya.
Fidri berharap,sehingga pihaknya menginginkan adanya Festival Mapag Tamba atau Matafest. Pada puncak acara itu adalah penandatanganan persetujuan bersama agar di tahun 2024 bisa diselenggarakannya festival.
Mapag tamba merupakan budaya lokal khas Indramayu, khususnya masyarakat agraris atau petani dan mapag tamba ini juga sangat kental dengan kesakralannya,”terangnya.
“Sejak zaman dahulu, tradisi ini selalu dilakukan petani untuk menjaga tanaman padi agar terhindar dari penyakit dan hama,”sambungnya.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu, Uum Umyati menyampaikan, pihaknya sangat mendukung inisiatif dari warga Tugu.
Disdikbud Indramayu sendiri akan mencoba mengusulkan festival mapag tamba kelak bisa benar-benar terselenggara pada tahun 2024.
Terlebih, lanjut dia, Mapag Tamba merupakan tradisi adat khas Indramayu yang memiliki makna mendalam, selain mapag sri, sekedah bumi, dan lain sebagainya.
Di tempat yang sama,Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Indramayu, Verra Primawah mengatakan, pihaknya juga sangat menyambut baik keinginan tersebut.
“Jika benar bisa terselenggara, festival mapag tamba ini bakal menjadi yang pertama yang digelar di Indramayu,”ucap Verra.
Melalui festival ini, menurutnya tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar daerah untuk datang ke Indramayu.
“Ini memang suatu potensi wisata budaya yang harus dipromosikan,”tandasnya. (Bzz)
























