Omicron Masuk ke Indonesia, Eks Menkes Siti Fadilah Sentil Pemerintah: Sok Gawat

Jakarta, SIBER88.CO.ID_Eks Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari menyentil pemerintah yang merespon Omicron masuk ke Indonesia dengan cara-cara lama ‘belaga’ gawat.
“WHO saja menyebut Indonesia landai. Maka pemerintah kita (dalam menghadapi varian Omicron) ini sok gawat gitu,” kata Siti Fadilah di Channel YouTube Akbar Faizal Uncensored yang dikutip Isu Bogor, Jumat 17 Desember 2021.
Menurut Siti Fadilah, jika pemerintah merespon kasus varian Omicron ini seolah gawat, dapat mempengaruhi belanja APBN.
“Ya kalau sok gawat gitu kan mempengaruhi belanja APBN kita. Itu yang kita mesti bersuara,” jelas Siti Fadilah.
Siti Fadilah secara tegas menyarankan pemerintah, umumnya masyarakat dalam menghadapi varian Omicron ini dengan cara waspada.
“Waspada tetap waspada, prokes tetap prokes, biar nggak ketularan.
“Tapi ketularan pun masih bisa diobati dan tidak mati,” saran Siti Fadilah untuk pemerintah.
Dengan ramainya terkait kemunculan Omicron kemudian akan diberlakukan PPKM level 3, kata Siti Fadilah, tidak bijak.
“Ya kita diancam PPKM Level 3 ya, tapi sebetulnya ancamannya itu bukan untuk Omicron,” kata Siti Fadilah.
Ancaman dari pemerintah yang akan menerapkan PPKM level 3 itu karena dikhawatirkan kasus Covid-19 seperti bulan Juli dan Agustus.
Pemerintah menganggap kerumunan yang menyebabkan (penularan Covid-19). Padahal kia tidak punya bukti apakah kerumunan pada waktu Juli dan Agustus itu menyebabkan mengingkatnya (kasus Covid-19),” kata Siti Fadilah.
Sebab, kata Siti Fadilah, kasus Covid-19 di bulan Juli dan Agustus 2021 itu meningkat, PPKM sedang level 4.
“Dan tertib dan kemudian hari raya Idul Fitri tidak ada yang pulang, tidak ada yang balik, itu sukses banget PPKM nya,” ujar Siti Fadilah mengapresiasi.
Seperti diketahui pemerintah melalui Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan satu kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia, Kamis 16 Desember 2021.
Pasien yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron itu adalah pegawai kebersihan tempat karantina, Wisma Atlet, Jakarta. (red)