Pesawaran Lampung, SIBER88.CO.ID_ Proyek senilai Rp11,9 milyar di Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran yang diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi mendapat sorotan publik.
Proyek tersebut diketahui telah dilakukan gelar ulang hotmix pada 31 Desember 2025 lalu setelah sebelumnya dinilai memiliki ketebalan yang tipis dan kualitas pekerjaan yang buruk.
Sorotan tersebut datang dari ketua Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara,Sumara. Ia menyampaikan apresiasi kepada lembaga antikorupsi serta masyarakat yang telah aktif mengawal jalannya proyek hingga akhirnya dilakukan gelar hotmix ulang.
Sebelumnya,Septa Yadi,ketua WN88 Sub Unit 13 Pesawaran, mengatakan bahwa pengawalan masyarakat terhadap proyek ini menjadi contoh dan peringatan penting bagi para pelaksana proyek, khususnya di lingkungan Dinas PUPR, agar ke depan lebih teliti dan serius dalam melakukan pengawasan pekerjaan di lapangan sehingga mutu proyek sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil pemantauan dan temuan lapangan, menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian pekerjaan, antara lain kualitas material, volume pekerjaan, finishing, sistem keamanan atau aspek teknis lainnya.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait proses pemeriksaan dan kelayakan proyek sebelum dinyatakan layak PHO.
Sementara itu,ketua LSM Penjara Indonesia,Mahmudin,menyampaikan bahwa pihaknya menduga adanya kelalaian dalam proses pengawasan proyek tersebut.
“Kami menemukan indikasi bahwa pekerjaan belum sepenuhnya memenuhi spesifikasi teknis, jadi baiknya jangan dulu dilakukan PHO. Hal ini patut didalami lebih lanjut, bila PHO tetap dilakukan ini tentunya ada indikasi…” ujarnya penuh dugaan,Senin(5/1/2025).
“Dugaan keterlibatan atau kelalaian pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesawaran dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian mutu proyek. Dugaan ini bukan merupakan kesimpulan akhir, melainkan permintaan agar dilakukan klarifikasi dan audit menyeluruh,” bebernya.
Langkah,pantauan secara langsung di lokasi proyek dan pandangan ketua LSM Penjara Indonesia mendapat apresiasi dari ketua WN88 Sub Unit 13 Pesawaran.
“Kami dari WN88 Sub Unit 13 Pesawaran mengapresiasi langkah LSM Penjara Indonesia yang telah mengawal dan menyampaikan temuan terkait kondisi proyek ini,” ungkap Septa Yadi.
Ia menegaskan bahwa peran LSM Penjara Indonesia menjadi kontrol penting agar proyek benar-benar dikerjakan sesuai aturan yang berlaku.
























