Bogor Jabar, SIBER88.CO.ID_Puluhan warga Desa Tugu Jaya kecamatan Cigombong kabupaten Bogor menggelar aksi protes guna menuntut transparansi terkait kebijakan biaya “over garap” yang dianggap memberatkan masyarakat.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung di aula Desa Tugu Jaya pada Selasa (2/6/2026) siang.
Pantauan di lokasi sekira pukul 11.00 WIB, suasana berlangsung tertib namun penuh ketegangan. Sejumlah warga membentangkan spanduk bernada protes sebagai bentuk keresahan atas ketidakjelasan kebijakan tersebut. Salah satu spanduk yang menjadi sorotan bertuliskan, “BIAYA OVER GARAP BUAT SIAPA?”.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga secara bergantian menyampaikan tuntutannya melalui pengeras suara di hadapan peserta aksi lainnya. Mereka mendesak agar alokasi dan dasar hukum pembebanan biaya “over garap” tersebut dibuka secara transparan kepada publik.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, yang enggan disebutkan namanya, menyoroti peran pemerintah desa dalam menghadapi konflik lahan yang melibatkan PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS). Ia secara tegas meminta Kades untuk mengambil sikap yang pro terhadap kepentingan warga.
“Seharusnya Pak Kades membela warganya agar tidak tergusur oleh PT BSS. Jangan sampai ada kesan bermain dua kaki dalam persoalan ini,” pinta tokoh masyarakat tersebut.
Warga menilai bahwa kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan justru menimbulkan beban finansial baru bagi masyarakat di tengah ancaman penggusuran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Tugu Jaya maupun perwakilan dari PT Bahana Sukma Sejahtera belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga maupun duduk perkara mengenai kebijakan biaya “over garap” yang dipersoalkan.
Aksi ini menegaskan sinyal kuat dari masyarakat Tugu Jaya agar kebijakan yang berdampak langsung pada hak atas tanah mereka tidak diputuskan secara sepihak dan tanpa transparansi.
























