Bekasi  

Warga Masyarakat Tolak Pendirian Tower Dekat Permukiman, Khawatir Terkena Dampak

Bandung Jabar, SIBER88.CO.ID_Warga masyarakat Komp.Tirta Regency Desa Langonsari Kec.Pameungpeuk Kab.Bandung, menolak pendirian menara tower telekomunikasi.

Pasalnya, pendirian tower dengan ketinggian mencapai 40 meter lebih itu berada di dekat permukiman warga masyarakat Sehingga warga merasa khawatir akan terkena dampak radius maupun dampak lainnya yang ditimbulkan,” Pungkasnya.

Yudi sebagai ketua Rw 016 Komp.Tirtaregency mengatakan, tower diduga milik salah satu provider tepat berada di dekat permukiman warganya itu berjarak sekitar 40 meter. Sehingga dirinya merasa khawatir dengan dampak yang ditimbulkan jika pemancar telekomunikasi itu sudah dioprasikan,” Tandasnya

”Ada tiga dampak yang ditimbulkan jika tower itu sudah beroperasi. Di antaranya, dampak radiasi, sambaran petir, sama efek robohnya,” Ujarnya.

Yudi menjelaskan, radiasi itu bisa menyebabkan gangguan kesehatan, seperti vertigo, telinga berdenging, kanker, kerusakan DNA pada janin, sehingga dapat menyebabkan bayi lahir cacat, dan gangguan metabolisme tubuh,” Pungkasnya.

Tak hanya itu, lokasi berdirinya tower di dekat permukiman warga itu membuatnya khawatir jika suatu saat terjadi angin kencang. Apalagi, saat musim hujan. ”Sering terjadinya angin kencang di sekitar tower. Dan ini dapat meningkatkan risiko jatuhnya material tower, bahkan robohnya tower,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan warga masyarakat lainnya, Jaja sebagai ketua Rt 002/016. Dia mengaku warganya menolak adanya pendirian tower tersebut dengan alasan yang sama. Dia berharap tower tersebut tidak sampai beroperasi.”ujarnya.

Padahal semua warga masyarakat yang terkena radius sudah membuat dan menandatangani pernyataan sikap keberatan dengan adanya pembangunan menara tower tersebut dan sudah di serahkan kepada Kepala desa Langonsari Kec.Pameungpeuk Kab.Bandung dan juga di serahkan kepada pihak pengembang, tetapi pihak pengembang tetap memaksakan pembangunan menara tower tersebut. Disini di duga ada oknum pihak terkait yang bermain,” Pungkasnya

(Givan Suprayogi)