Tak Mau Dikritik,Kepsek SMKN 01 Gunung Labuhan Akan Hengkang

Way Kanan Lampung, SIBER88.CO.ID_ Kepala Sekolah SMKN 01 Gunung Labuhan,Suhartini,tuai beragam isu negatif, pasalnya beberapa media online melakukan investigasi sempat beredar beberapa berita menyebutkan Suhartini terindikasi korupsi alokasi dana Bos Tahun Anggaran 2025.

Dugaan tersebut semakin menguat ketika Suhartini mengatakan bahwa salah satu alokasi dana BOS Tahun Anggaran 2025 alokasi Sapras untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan ruang kelas,meja,kursi dan laptop, sedangkan juknis tidak memperbolehkan dimana hal tersebut menyalahi aturan.

Sedangkan ruang kelas, atap, plafon, WC siswa dan guru masih rusak parah tanpa adanya perbaikan. Jika hal ini dibiarkan maka pasilitas sekolah akan mengalami kerusakan lebih parah.

Mirisnya anggaran yang di peruntukan untuk kegiatan pemeliharaan Sapras sekolah tersebut pada Tahun Anggaran 2025 mencapai lebih dari Rp60.000.000 juta rupiah / tahun.

menurut Suhartini, dirinya sudah melakukan yang terbaik di SMKN 01 Gunung Labuhan.

Yang lebih mirisnya Suhartini mengatakan jika Ia tidak nyaman menjadi Kepala sekolah tersebut.

Ia dengan lantang mengatakan akan meninggalkan Gunung Labuhan maksudnya sekolah SMKN 01 Gunung Labuhan dan meminta kepada Kepala Dinas P&K Provinsi Lampung untuk mencabut SK nya sebagai Kepala sekolah.

Seharusnya kepala sekolah seperti Suhartini ini tidak layak untuk dijadikan panutan sebagai orang yang dipercaya dalam hal bagaimana mengembangkan sekolah dengan baik demi kemajuan sekolah. Dimana Kepala sekolah adalah orang yang memiliki tanggung jawab penuh.

“Janganlah, kita sama sama orang sini, jangan lah saling menggangu, saling menghormati sajalah, kalau seperti ini saya kan jadi tidak nyaman,” ucap Suhartini kepada awak media,Sabtu(8/8/2026).

Dalam hal apa statement ini Ia keluarkan, dimana warga masyarakat yang kebetulan adalah seorang pimpinan redaksi media online, menginginkan sekolah dijalankan kebijakannya oleh kepala sekolah yang tidak Anti kritikan.

Seharusnya kepala sekolah berfikir untuk bagaimana sekolahnya maju,bukan Kebobrokan sekolah.