Proyek Revitalisasi SDN 06 Salebu Cilacap Diduga Langgar Standar Teknis

Cilacap Jateng, SIBER88.CO.ID_ Awak media saat melakukan kontrol sosial di lokasi proyek revitalisasi SDN 06 Salebu Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap menemukan sejumlah kejanggalan teknis yang diduga melanggar ketentuan proyek pemerintah.

Temuan ini terungkap langsung di lokasi dan dibenarkan oleh salah satu pekerja yang terlibat dalam pengerjaan.

Berdasarkan pengecekan langsung awak media sejak awal pelaksanaan proyek ditemukan pelanggaran beruntun:
1. Hingga proyek berjalan, tidak ditemukan adanya kantor direksi keet di lokasi pengerjaan. Padahal fasilitas ini wajib ada dan sudah dianggarkan dalam RAB sebagai pusat administrasi, penyimpanan dokumen, dan koordinasi proyek. Tanpa direksi keet, transparansi dan pengawasan proyek menjadi sangat lemah.
2. Sejak hari pertama pengecoran dilakukan, sama sekali tidak digunakan mesin molen. Seluruh pencampuran beton untuk ring balok, kolom dan balok dilakukan secara manual di atas tanah menggunakan sekop. Hal ini dibenarkan oleh salah satu pekerja yang menyatakan.Padahal standar teknis PUPR mewajibkan beton struktural dicampur dengan mesin untuk menjamin kekuatan dan keseragaman campuran.
3. Material pasir yang digunakan untuk pengecoran adalah campuran pasir Banjar dan pasir Galunggung. Pasir Banjar diketahui memiliki butiran terlalu halus, banyak mengandung lumpur dan tidak memenuhi syarat SNI untuk beton struktural. Penggunaan pasir tidak standar ini berisiko menurunkan kualitas bangunan secara drastis.
4.Sebagian besar pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm proyek, sepatu keselamatan, maupun sarung tangan. Hanya sebagian kecil yang mengenakan perlengkapan sederhana. Padahal biaya K3 sudah menjadi bagian dari anggaran proyek.

Salah satu pekerja yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengakui secara terbuka,”Memang dari awal pengerjaan tidak pakai molen, Pak. Semua diaduk manual di tanah. Pasirnya campuran Banjar dan Galunggung dan untuk alat pelindung seperti helm dan sepatu memang tidak semua kami pakai, yang ada saja dipakai,” ujarnya,Jumat(28/8/2026).

Untuk memastikan kebenaranya agar berita tetap berimbang awak media menghubungi kepala sekolah SDN 06 Salebu,Riswo via whatshap.

Riswo memberikan beberapa jawaban atas pertanyaan yang awak media ajukan.

“Untuk ngecor tetap menggunakan pasir galunggung dan split, kenapa ada pasir Banjar, karena untuk plester talud di belakang, untuk APD yang belum kebagian karena kemrin ada tenaga yang baru, In Syaa Allah secepatnya kami beli,” jelasnya.

“Molen In Syaa Allah besok datang untuk persiapan pengecoran DAK,” kilah Riswo.

Atas temuan ini, awak media berharap agar ada tindakan tegas dari pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.