Jakarta, SIBER88.CO.ID_Ada kejutan menampar 5 Gubernur di Pulau Jawa terkait minat investasi asing. Dalam kunjungan kerja di Sintang, Kalimantan Barat, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo menyebut angka investasi di luar Pulau Jawa pada 2021 menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibanding di Pulau Jawa.
“Angka investasi tahun ini di luar Jawa semakin meningkat dan lebih tinggi dibandingkan di Jawa,” kata Joko Widodo, seperti dikutip mitranews.net dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 08 Desember 2021 saat meresmikan Bandar Udara Tebelian, di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu sesaat setelah meresmikan Bandar Udara Tebelian di Sintang yang memiliki terminal penumpang seluas 2.000 meter persegi dan melayani sebanyak 75 ribu penumpang per tahun.
“Pembangunan infrastruktur yang dilakukan tidak hanya digenjot di wilayah Pulau Jawa, tetapi Indonesia sentris,” kata Joko Widodo.
Dirinya optimis daerah-daerah di luar Jawa bisa tumbuh dengan cepat apabila didukung oleh infrastruktur, konektivitas, dan transportasi yang memadai.
“Dengan demikian, sektor produksi akan meningkat, distribusi lancar, menjangkau pasar yang semakin besar, semakin luas, dan menekan waktu serta biaya logistik”.
“Lalu biaya logistik menjadi semakin efisien dan nilai ekspor semakin kompetitif,” imbuhnya
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan investasi menjelang akhir tahun 2021. Namun, investasi masih dipusatkan seputar energi, seperti gas, listrik dan air.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui bahwa sudah banyak hal dilakukan Jawa Tengah untuk memberikan pelayanan terbaik di sektor investasi.
“Jateng selalu konsisten dalam pelaksanaan online single submission (OSS). Selain itu, kemudahan-kemudahan lain seperti pemberantasan pungutan liar (pungli) hingga layanan prima di mall pelayanan publik, sudah kami lakukan,” kata Ganjar saat menghadiri Rakornas Investasi 2021 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, baru-baru ini.
Di Banten, Gubernur Wahidin Halim mengatakan pandemi Covid-19 memberi dampak signifikan terhadap ekonomi Banten. Dirinya patut bersyukur nilai investasi di Provinsi Banten menduduki posisi ke empat secara nasional setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, kondisi Ibu Kota saat ini siap untuk berbisnis dengan investasi yang lebih besar. Persiapan Jakarta untuk bisnis dan investasi tersebut sebagai salah satu strategi pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 muncul.
“Jakarta siap untuk bisnis yang lebih banyak, investasi lebih banyak dan kesempatan untuk itu terbuka lebar,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya pada pertengahan November 2021.
Sementara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkap nilai investasi Jawa Timur pada triwulan III 2021 menembus Rp 18 triliun.
“Capaian ini menjadi angin segar bagi calon investor asing untuk menanamkan modalnya di Jawa Timur,” kata Khofifah optimis.
Sebelumnya, Menteri Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia telah mengumumkan bahwa realisasi investasi pada kuartal III tahun ini investasi paling banyak dilakukan terjadi di Jawa Barat mencapai Rp 34,8 triliun, lalu DKI Jakarta Rp 23,9 triliun, Jawa Timur Rp 18 triliun dan Banten Rp 14,2 triliun.
Menurut Bahlil, kecenderungan investor berinvestasi ke Jawa Barat lebih tinggi, bahkan jika Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) digabungkan di Jawa Barat.
“Dari segi lokasi, investasi terbanyak masih tetap di Jawa Barat,” pungkasnya.
























