Honorer SBB Mengeluh: Gaji Tertunda, Kami Mau Makan Apa

Seram Bagian Barat Maluku, SIBER88.CO.ID_Memasuki bulan ketiga, yakni Juni, Juli, dan Agustus 2024, gaji kami, para honorer di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), belum juga dibayarkan oleh pemerintah setempat.

Pada Juli lalu, kami sempat bertemu dengan Penjabat (Pj) Bupati, Achmat Jaiz Elly, bersama OPD terkait untuk membahas masalah gaji kami yang kecil dan hanya dibayarkan setiap tiga bulan sekali.

Dalam pertemuan itu, Bupati telah menginstruksikan kepada semua OPD agar gaji kami, para honorer, dibayarkan setiap bulan, dengan pembayaran paling lambat tanggal 15 dan paling cepat tanggal 10 setiap bulannya.

Salah satu honorer yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan hal ini pada Sabtu(24/8/2024)

Bupati menyatakan keprihatinannya terhadap rendahnya upah kami dan keterlambatan dalam pembayarannya. Ia memerintahkan para Kepala Dinas untuk memastikan pembayaran gaji dilakukan setiap bulan. Namun, hingga kini, gaji kami belum juga dibayarkan.

“Kami bekerja tanpa mengenal waktu dan tidak boleh terlambat masuk kantor, sementara upah kami adalah penunjang kebutuhan sehari-hari, apalagi banyak dari kami tinggal di kos-kosan,” ujar sumber tersebut.

Sebagai tenaga honorer, kami meminta agar Pj Bupati segera menyelesaikan masalah ini. Jika perintah Bupati tidak diindahkan, kami berharap beliau, yang dikenal peduli terhadap pegawai, khususnya honorer, segera mengambil tindakan untuk memastikan gaji kami dibayarkan tepat waktu.

“Kasihan, hidup kami bergantung pada gaji. Jika belum dibayar, kami mau makan apa?” tambahnya.

Kami berharap pemberitaan ini dapat mendorong Pj Bupati untuk segera membayarkan upah kami.

Pegawai honorer tersebut juga berharap instansi tempatnya bekerja tidak disebutkan, karena khawatir akan diberhentikan dari pekerjaannya di salah satu instansi kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Harapan kami, semoga Bupati mendengar keluhan kami sebagai honorer yang gajinya kecil dan sering terlambat dibayarkan. Semoga Bupati bisa merasakan apa yang kami rasakan,” pungkasnya.