Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_Dugaan Manipulasi data aparatur desa(Pamong)serta dugaan penyalahgunaan anggaran desa Pagedangan kecamatan Tukdana kabupaten Indramayu setelah mencuat ke publik mendapat reaksi dari Kepala desa setempat.
Di temui di kantor kecamatan Tukdana pada Rabu(24/12/2025), Kepala Desa(Kuwu) Pagedangan,Kadinah, kepada awak media mengatakan bahwa pamong desa Pagedangan sudah sesuai tidak ada yang berbeda.
Kemudian terkait pembangunan di desanya, Kadinah menjelaskan bahwa semuanya tidak ada masalah,ia pun meminta media untuk mengeceknya dan terkait BUMDes,Kadinah menyatakan bahwa itu urusan BUMDes sendiri,dirinya tidak tahu menahu.
“Silahkan tanya saja kepada ketuanya(BUMDes-red),saya tidak tahu menahu,”timpalnya.
Diketahui struktur organisasi tata kerja pemerintah desa Pagedangan saat ini yaitu:
1. Kadina – Kuwu
2. Casmin – Sekdes
3. Mustaqim S. S – Kaur Keuangan
4. Tohadi – Kaur Tu dan Umum
5. Kurnadi – Kaur Perencanaan
6. Kukun Kunaeni – Kasi Pemerintah
7. Cecep Sugiarto – Kasi Kesejahteraan
8. Ilham Hadi S – Kasi Pelayanan
9. Rifai – Bekel 1
10. Kasanudin – Bekel 2
11. Bambang K – Bekel 3.
Dari daftar nama dan jabatan di atas telah ditemukan hanya 3 nama yang terdaftar dan dinyatakan aktif,yakni:
1. Kadina – Kuwu
2. Mustaqim s s – Kaur Keuangan
3. Rifai – Bekel
Dugaan kuat selain nama tersebut adalah orang yang mengunakan ijazah milik orng lain,karena dari penemuan yang didapat selain 3 nama di atas semuanya fiktif dan kepengurusan dilakukan oleh orng lain yang bukan atas nama yang terdaftar dalam temuan di Kecamatan Tukdana.
Menurut narasumber yang terpercaya,persoalan lain yang diduga janggal di desa Pagedangan adalah pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih yang sudah tersusun rapih dalam musyawarah dan mufakat antara Kecamatan, pemdes dan masyarakat Pagedangan.
“Tapi kini struktur kepenguruaan telah dirubah (diganti)oleh bapak Kuwu Kadina setelah dinobatkan sebagai pemenang di Pilwu Desa Pagedangan pada Pilwu Serentak Rabu(10/12/2025)lalu,” ungkapnya.
“Setakut itukah petahana ketika Koprasi Merah Putih dipegang bukan dari pihak petahana, dipegang Oposisi ?,” tanyanya penuh heran.
“Apa karena Apdes tahun depan pencairannya melalu koprasi Merah Putih, hingga pihak incumbent takut terkontrol pendapatan dan pembelanjaan Desanya?,” pungkasnya.
























