Anton Charliyan: Gebrakan Pidato Presiden RI Prabowo di PBB Salah Satu Kunci Dorong Kemerdekaan Palestina

Bandung Jabar, SIBER88.CO.ID_Palestina merdeka….!! Secara de facto PBB menyatakan Palestina merdeka. Sebuah berita yang mengejutkan dunia.

Kabar menggembirakan tersebut tak lepas pula dari peran Indonesia di kancah internasional, terlebih adanya Gebrakan Presiden RI,Prabowo Subianto,saat berpidato pada sidang umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa(23/9/2025).

Presiden Prabowo Subianto bersikap tegas terhadap permasalahan Israel – Palestina dan sikap tegasnya mendapat apresiasi dari Presiden Amerika Serikat,Donald Trump.

Per September 2025, negara Palestina diakui sebagai negara berdaulat oleh 157 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), atau sekira 81% dari seluruh anggota PBB. PBB dukung kemerdekaan Palestina, babak baru hukum internasional terbuka.

“Palestina merdeka merupakan kabar gembira bagi seluruh dunia, namun dibalik itu, harus kita akui pula bahwa salah satu faktor pendorong kemerdekaan palestina hari ini adalah gebrakan pidato Presiden RI, Prabowo Subianto, di sidang umum PBB,” terang Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan,Mantan Kadiv Humas Polri, Sabtu(27/9/2025).

Anton Charliyan menilai, pidato Presiden Prabowo tersebut dinilai penuh ketegasan dan energi. Bahkan, gaya Presiden Prabowo yang menggetarkan meja menjadi simbol keberanian dalam menyuarakan keadilan di forum internasional.

Abah Anton sapaan akrab Anton Charliyan menambahkan,Pidato Presiden Prabowo menggetarkan dunia, terutama Keberpihakannya kepada Palestina menjadi negara merdeka,sampai – sampai Presiden Donald Trump pun mengapresiasinya.

” Alhamdulillah Allahu Akbar….!!!,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa Deklarasi New York menjadi bukti bahwa hukum internasional dan organisasi internasional seperti PBB tidak tinggal diam, meski deklarasi tidak kemudian memberikan kekuatan hukum tetap seperti resolusi, hal ini merupakan langkah positif bagi Palestina.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi mengadopsi Deklarasi New York yang mendukung perwujudan negara Palestina yang merdeka Secara de Facto pada Jumat (12/9/2025) dengan disetujui 142 suara, 10 negara menolak, dan 12 abstain. Rancangan keputusan tersebut merupakan hasil dokumen konferensi internasional tingkat tinggi untuk penyelesaian damai masalah Palestina dan implementasi solusi dua negara (two-state solution) yang telah diselenggarakan pada 28-30 Juli lalu.

“Dukungan PBB atas kemerdekaan Palestina ini merupakan tindakan yang sudah lama dinanti oleh banyak negara, karena Palestina sebagai sebuah bangsa mempunyai hak untuk merdeka sebagaimana bangsa-bangsa lainnya,” tutur Abah Anton.

Menurutnya, dokumen berjudul “ Pengesahan Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara” (dokumen A/80/L.1/Rev.1) ini menjadi bukti bahwa hukum internasional dan organisasi internasional seperti PBB tidak tinggal diam terhadap bentuk penjajahan yang terjadi di Palestina.

“ PBB mengakui bahwa permasalahan Palestina bukan hanya permasalahan Palestina-Israel, atau permasalahan Timur Tengah tetapi ini merupakan permasalahan internasional,” timpalnya.

“Dengan adanya Deklarasi New York, lanjut Abah Anton yang juga tokoh budaya dan pendiri Gong Perdamaian Dunia di Jabar ini, bahwa jajaran negara – negara international sepakat untuk mengambil aksi kolektif guna mengakhiri peperangan di Gaza demi mencapai penyelesaian konflik Israel-Palestina yang adil, damai dan kekal , melalui solusi dua negara yang efektif. Meski bentuk deklarasi tidak kemudian memberikan kekuatan hukum tetap seperti Resolusi, menurutnya hal ini merupakan langkah kemajuan yang sangat positif dalam pengakuan politik internasional terhadap kemerdekaan Palestina, karena pengakuan negara adalah sebuah tindakan politik yang mempunyai konsekuensi hukum. Maka dengan pengakuan Palestina melalui two-state solution akan memberikan dorongan politik bagi negara-negara di dunia untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara,” paparnnya.

Maka dari itu kata Abah Anton,secara de facto PBB menyatakan Palestina merdeka dalam sidang Majelis Umum PBB yang dilaksanakan pada 22 September 2025, yang secara resmi menyuarakan pengakuan Palestina serta merupakan solusi dua negara.

Langkah ini Terutama digerakan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bersama Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman yang diwakili Menlu Faisal bin Saud. Sebelumnya, kedua negara menggagas Deklarasi New York tentang kemerdekaan Palestina yang kemudian didukung 142 negara atau dua pertiga anggota PBB

”Semoga mengakuan ini menjadi titik terang untuk Palestina bisa mendapatkan hak kemerdekaannya secara penuh, Aamiin.Ya Robbal ‘Aalamiin,” tandas Abah Anton penuh harap.