Tasikmalaya Jabar, SIBER88.CO.ID_Ketua umum Masda Jabar, Abah Anton Charliyan,mendampingi Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin,menyerahkan naskah amanat galunggung kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi(KDM) dalam Kirab ke – 3, Hari Jadi Sunda di Kabupaten Tasikmalaya dengan tema Nyukruk Galur Galunggung pada Senin(4/5/2026).
Peringatan Milangkala Tatar Sunda dalam rangkaian Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran kembali digelar dengan meriah di kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan yang memasuki hari ketiga tersebut mengusung tema”Nyukcruk Galur Galunggung” dan ditandai dengan penyerahan Naskah Amanat Galunggung dari Bupati Tasikmalaya kepada Gubernur Jawa Barat.
Kegiatan kirab budaya ini merupakan bagian dari peringatan Milangkala Tatar Sunda yang dilaksanakan melalui prosesi Kirab Mahkota Binokasih, simbol legitimasi dan eksistensi masyarakat Sunda sejak masa kerajaan.
Kirab Maskota Binokasih sebelumnya telah digelar di Sumedang dan kawali Astana Gede Ciamis dan kini memasuki pelaksanaan ketiga di kabupaten Tasikmalaya. Ribuan masyarakat tampak antusias menyaksikan rangkaian kegiatan budaya tersebut.
Prosesi kirab dimulai dari kampus universitas Cipasung menuju gedung Bupati di kompleks pemerintah kabupaten Tasikmalaya, sepanjang perjalanan rombongan kirab menampilkan berbagai antraksi budaya, seperti tarian tradisional sunda, iring-iringan kuda pengawal, hingga kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih.
Selain itu, berbagai kesenian tradisional dari 27 kabupaten/kota di jawa barat turut meramaikan acara kegiatan tersebut, menjadikan kirab budaya sebagai momentum pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga identitas budaya bangsa.
Turut Hadir dalam acara kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, dan jajaran Forkopimda, para tokoh budaya, serta puluhan ribu masyarakat kabupaten tasikmalaya.
Dalam sambutan singkatnya,KDM mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai budaya sunda sekaligus merawat alam Galunggung agar tetap lestari.
Sementara itu, Abah Anton Charliyan menyebut bahwa kirab budaya ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai luhur peradaban sunda, menurutnya kegiatan ini tidak sekedar seremonial budaya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa cinta kebanggaan terhadap budaya daerah sebagian dari kekayaan nasional.
“Kirab budaya Napak Tilas Pajajaran ini menjadi pengingat akan kekayaan peradaban sunda serta mempererat persaudaraan masyarakat dalam menjaga warisan Leluhur,”ucap Abah Anton.
Ia menjelaskan, Mahkota Binokasih memiliki makna filosofis mendalam yang melambangkan kepemimpinan penuh kasih sayang, kebijaksaan, serta komitmen untuk mensejahterakan rakyat.
Naskah Amanat Galunggung merupakan pesan leluhur dari Maharaja Sunda Galuh abad ke-12, Prabu Darmasiksa. “Hana Nguni Hana Mangke, Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke,” yang berarti ada masa lalu maka ada masa kini dan tanpa masa lalu tidak akan ada masa kini.
Selain itu, amanat tersebut juga menekankan pentingnya menjaga tanah air dan warisan leluhur agar tidak dikuasai pihak asing, kirab Mahkota Binokasih yang berlangsung meriah ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat kabupaten Tasikmalaya yang memadati sepajang rute kirab hingga ke lokasi acara tersebut.
























