Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu melaksanakan salah satu program kerja unggulan di Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi gizi dan pemanfaatan lahan sempit dengan sistem budidaya aquaponik.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Gizi dan Budidaya Aquaponik” tersebut diselenggarakan di Balai Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (28/7/2026).
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN UNWIR, Pemerintah Desa Mekargading, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, serta masyarakat setempat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Ketua Kelompok KKN Desa Mekargading, Putra Ardiansa, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai solusi atas tantangan pemenuhan gizi seimbang di tingkat keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan alternatif pemanfaatan lahan terbatas melalui teknologi budidaya aquaponik yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, tetapi juga memberikan keterampilan praktis agar warga mampu membangun sistem aquaponik secara mandiri di rumah masing-masing,” ujar Putra Ardiansa.
Kegiatan menghadirkan Dinda, S.P. dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu sebagai narasumber utama. Hadir pula Kepala Desa (Kuwu) Mekargading Sofyan Gunawan beserta jajaran perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam pemaparannya, Dinda menjelaskan pentingnya pola konsumsi bergizi yang didukung dengan ketersediaan pangan sehat hasil budidaya mandiri.
Ia juga memberikan pelatihan mengenai teknik dasar budidaya aquaponik yang mengombinasikan pemeliharaan ikan dan penanaman sayuran dalam satu sistem yang efisien, hemat lahan, dan ramah lingkungan.
Tidak hanya menerima materi, para peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan sistem aquaponik sederhana. Melalui praktik tersebut, masyarakat memperoleh bekal teknis untuk mengembangkan budidaya aquaponik secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 bibit ikan lele kepada masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal dalam mengembangkan budidaya aquaponik sekaligus meningkatkan produksi pangan keluarga.
Program ini juga mendapat pendampingan dari Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Universitas Wiralodra yang terus mendorong agar kegiatan tidak berhenti pada tahap sosialisasi semata, melainkan berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.
Melalui implementasi budidaya aquaponik, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan lahan sempit secara optimal, memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri, serta menciptakan peluang ekonomi baru dari hasil panen ikan dan sayuran.
Putra Ardiansa menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh.
“Kami berharap bantuan 1.000 bibit ikan lele ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat sebagai langkah awal membangun ketahanan pangan keluarga. Semoga program ini terus berlanjut dan menjadi budaya produktif di Desa Mekargading,” katanya.
Melalui sinergi antara mahasiswa KKN Universitas Wiralodra Indramayu, Pemerintah Desa Mekargading, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, serta masyarakat, program ini berhasil memadukan edukasi kesehatan dengan inovasi pertanian modern berbasis aquaponik.
Dengan adanya pelatihan praktis serta dukungan sarana berupa bibit ikan lele, masyarakat kini memiliki instrumen nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. Diharapkan, Desa Mekargading dapat menjadi contoh pengembangan budidaya aquaponik berbasis masyarakat yang berorientasi pada kemandirian pangan dan peningkatan kualitas hidup.
























