Ngopi Bareng Apintel Tangerang Raya dan HMI Kabupaten Tangerang, Bahas Dinamika Sosial Politik Nasional

Tangerang Banten, SIBER88.CO.ID_Dalam rangka mempererat silaturahmi, komunikasi, serta membangun ruang diskusi yang konstruktif antara aparat dan kalangan mahasiswa, jajaran Aparat Intelijen (Apintel) Tangerang Raya menggelar kegiatan Ngopi Bareng bersama mahasiswa dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Tangerang, Senin (22/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB tersebut digelar di Kong Djie Coffee Citra Raya, Ruko Taman Puspita, Jalan Citra Raya Boulevard No.1 Blok H1.1, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dan dihadiri sekitar 22 peserta.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kapten Arh Afip Ali Haini selaku Pasi Intel Kodim 0510/Tigaraksa dan turut dihadiri Kasi Intel Korem 052/Wijayakrama Kolonel Inf Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos., Kapten Inf Teguh Rusmadi, Kapten Kav Sigit Suseno Prabowo, serta Lettu Kav Indera.

Dari unsur mahasiswa dan aktivis HMI Kabupaten Tangerang hadir Ketua Umum HMI Kabupaten Tangerang Muhammad Akmal Al Mulk beserta jajaran pengurus dan kader HMI.

Dalam diskusi tersebut, para aktivis HMI menyampaikan berbagai pandangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini telah berjalan di sejumlah wilayah.

Mereka menilai program tersebut memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda, namun masih memerlukan evaluasi dan penyempurnaan dalam pelaksanaannya.

Ketua Umum HMI Kabupaten Tangerang, Muhammad Akmal Al Mulk, menyampaikan bahwa efektivitas pelaksanaan program perlu terus diperbaiki agar lebih tepat sasaran dan mampu meminimalisir berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Sementara itu, Ahmad Nawawi menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kualitas bahan pangan yang digunakan dalam program tersebut.

Menurutnya, pengawasan yang ketat diperlukan guna mencegah adanya penurunan kualitas bahan pangan maupun potensi penyimpangan dalam proses pengadaan dan distribusi.

Pandangan serupa juga disampaikan Adji Dwi Pangestu yang menyoroti potensi pemborosan makanan akibat masih ditemukannya makanan yang tidak habis dikonsumsi.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran program agar terhindar dari potensi penyalahgunaan.

Di sisi lain, Ahmad Robi dari Bidang Agraria dan Ketahanan Pangan HMI Kabupaten Tangerang menekankan pentingnya pelibatan sektor pertanian dan pelaku usaha lokal dalam mendukung keberlanjutan Program MBG sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kasi Intel Korem 052/Wijayakrama Kolonel Inf Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas pandangan dan kritik yang disampaikan secara terbuka, objektif dan konstruktif oleh para mahasiswa.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak usia sekolah guna menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Berbagai masukan terkait kualitas bahan pangan, efektivitas distribusi, potensi pemborosan maupun pengawasan anggaran merupakan bagian dari proses evaluasi yang sangat penting untuk penyempurnaan program ke depan,” ujarnya.

Kolonel Zia juga menegaskan bahwa setiap dugaan penyimpangan harus didukung data dan fakta yang valid serta disampaikan melalui mekanisme yang berlaku agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Selain membahas Program MBG, diskusi juga menyinggung pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang saat ini tengah didorong pemerintah sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa KDKMP dibentuk melalui mekanisme musyawarah desa dan kelurahan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat sehingga mampu menjawab kebutuhan dan potensi daerah masing-masing.

Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat memperkuat UMKM, memperluas akses permodalan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Zia juga mengajak mahasiswa untuk turut mengawal pelaksanaan KDKMP agar berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Terkait dinamika sosial politik nasional dan aksi unjuk rasa mahasiswa yang berkembang saat ini, pihak Korem 052/Wijayakrama menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati sepanjang dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui forum silaturahmi tersebut, seluruh peserta sepakat pentingnya menjaga komunikasi dan sinergi antara aparat dan mahasiswa sebagai upaya bersama dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat demokrasi, serta mendukung pembangunan nasional dan daerah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta menjadi wadah pertukaran informasi dan aspirasi yang konstruktif antara aparat kewilayahan dengan kalangan mahasiswa dan pemuda Kabupaten Tangerang.