Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_Beberapa hari yang lalu publik di Indramayu digegerkan dengan adanya sorotan Pansus DPRD Kabupaten Indramayu tentang penggunaan anggaran yang dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu(Perumdam TDA) Indramayu.
Pansus tersebut menyoroti adanya pemborosan penggunaan anggaran karena menggunakan bahan kimia baru. Hal itu membuat beberapa media mencoba menginvestigasi ke cabang-cabang Perumdam TDA tentang kebenaran dari apa yang disampaikan Pansus.
Tepatnya Senin(20/4/2026),para awak media mendatangi kantor Perumdam TDA cabang pelayanan Jatibarang di jalan Letnan Joni desa Jatibarang Baru. Kedatangan awak media disambut langsung oleh kepala cabang pelayanan,Sutoni SH, didampingi Supervisor Produksi,Ade Setiawan.
Ditanya tentang penggunaan kimia baru dan anggarannya,baik Sutoni maupun Ade Setiawan menjawab bahwa Perumdam TDA cabang Jatibarang tidak menggunakan bahan kimia baru.
“Dalam produksi,kami masih menggunakan bahan kimia yang lama,artinya tidak menggunakan bahan kimia baru,” terang Ade.
Bahkan para awak media pun diajak ke lokasi produksi air bersih untuk melihat hal yang sebenarnya.
Lanjut investigasi di lokasi berbeda, tepatnya di Instalasi Pengolahan Air(IPA)300 Lobener, awak media ditemui langsung kepala IPA 300,Adi Indrayadi.
Dalam pertanyaan yang sama,Adi membeberkan bahwa penggunaan kimia baru hanya ada di dua IPA, yaitu IPA Sliyeg dan IPA Salamdarma.
“Kimia baru jenis PAC sudah diujicobakan di IPA Sliyeg dan hasilnya bagus, sedangkan di IPA Salamdarma sedang diujicobakan dan hasilnya juga bagus mampu bekerja pada NTU yang tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut Adi mengatakan bahwa penggunaan kimia baru tersebut sudah melalui uji laboratorium yang ketat dan hasilnya cukup baik.
Kesimpulan dari investigasi tentang penggunaan kimia baru yang dilakukan oleh Perumdam TDA, khususnya di IPA Sliyeg tersebut merupakan hal yang lumrah karena memang diperlukan oleh perusahaan dengan biaya yang standar.
























