Sinjai Sulsel, SIBER88.CO.ID_ Suasana haru menyelimuti Mapolres Sinjai saat prosesi pelepasan mantan Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar,yang digelar pada Rabu (21/1/2026) siang.
Setelah menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan dan tatap muka bersama personel, momen perpisahan itu menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian seorang pemimpin yang dikenal dekat dengan anggota dan masyarakat.
Prosesi pelepasan diawali dengan pengalungan bunga melati oleh Kapolres Sinjai yang baru, AKBP Jamal Fathur Rahman,sebagai simbol penghormatan dan estafet kepemimpinan.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai, nyonya Dewi Jamal, menyerahkan buket bunga kepada nyonya Rina Harry, istri AKBP Harry Azhar, sebagai bentuk apresiasi atas peran dan dukungan selama mendampingi tugas suami.
Suasana semakin khidmat ketika tradisi pedang pora dilaksanakan. AKBP Harry Azhar bersama istri melangkah perlahan melewati gerbang pora, diiringi lantunan puisi perpisahan yang menggugah perasaan. Setiap langkah seakan merangkum perjalanan panjang pengabdian dan dedikasi selama memimpin Polres Sinjai.
Didampingi langsung oleh Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rahman, mantan Kapolres Sinjai menyusuri barisan perwira, kapolsek jajaran, bintara, hingga Bhayangkari. Jabat tangan satu per satu mengiringi langkah perpisahan yang sarat keharuan.
Tak sedikit personel yang menundukan kepala, sambil meneteskan air mata saat melepas sosok pemimpin yang selama ini dikenal tegas, namun penuh empati.
Namun, momen paling menyentuh justru terjadi setelah prosesi resmi berakhir. Pelepasan AKBP Harry Azhar tidak berhenti di gerbang Mapolres Sinjai. Ribuan Masyarakat dari berbagai daerah di Kabupaten Sinjai secara spontan turut mengantar perjalanannya.
Dengan tertib dan penuh rasa hormat, iring-iringan kendaraan mengantar AKBP Harry Azhar hingga ke perbatasan Kabupaten Sinjai–Bulukumba.
Aksi tersebut menjadi simbol kuat kecintaan dan penghargaan masyarakat, khususnya komunitas otomotif, terhadap sosok AKBP Harry Azhar.
Selama menjabat, ia dikenal humanis, terbuka dan aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Kedekatan itulah yang meninggalkan kesan mendalam dan membekas di hati banyak pihak.
Dengan suara bergetar, AKBP Harry Azhar menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh personel dan masyarakat Sinjai. Ia mengaku bangga pernah menjadi bagian dari Polres Sinjai dan merasakan kebersamaan yang luar biasa.
“Terima kasih setinggi-tingginya atas dukungan, kebersamaan dan kepercayaan selama saya bertugas di Sinjai. Saya juga memohon maaf apabila selama berdinas terdapat tutur kata atau tindakan yang kurang berkenan,” ungkapnya.
Kepergian AKBP Harry Azhar bukan sekadar perpindahan tugas, melainkan meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang. Diantar hingga batas daerah oleh mereka yang merasa pernah dijaga dan dilayani sepenuh hati, nama AKBP Harry Azhar akan tetap menjadi bagian dari cerita pengabdian di Bumi Panrita Kitta.
























