Kades di Wilayah Merbau Mataram Diduga Ditekan Plt Camat Dukung Salahsatu Cabub Lamsel

Lampung Selatan, SIBER88.CO.ID_Belum genap satu bulan menjabat sebagai Plt Camat Merbau Mataram, Jhoni Izral,mulai berulah dan diduga membuat tidak nyaman Kepala Desa (Kades) dan perangkat di kecamatan setempat.

Camat Merbau Mataram yang diharapkan lebih baik dari sebelumnya yang non Job ternyata tidak sesuai harapan masyarakat. Pasalnya 15 dari 16 kades di wilayahnya dikumpulkan di kantor Camat pada hari Rabu(24/4/2024).

Dalam pertemuan hari Rabu tepatnya setelah waktu sholat Magrib, sebelum memasuki ruang rapat, Camat perintahkan jajarannya untuk mengumpulkan seluruh alat komunikasi/HP kepala desa kedalam sebuah kardus agar ruang rapat steril dari alat komunikasi.

Menurut beberapa sumber yang memberikan keterangan kepada media ini, pada saat rapat tertutup yang dihadiri seluruh pejabat dan pegawai Kecamatan Merbau Mataram, Jhony Izral memaki-maki dan menunjuk-nunjuk beberapa kepala desa karena diduga tidak memilih partai dan Caleg dari PDIP, justru memilih dan mendukung partai dan caleg yang lain.

Tidak hanya sebatas memaki dan mengintimidasi kepala desa, Jhony Izral mengancam tidak segan-segan akan meminta Tipikor untuk memeriksa seluruh anggaran dana desa dan seluruh bantuan yang masuk ke masing-masing desa apabila tidak memilih dan memenangkan NE atau di Pemilihan Bupati yang segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Selain itu Camat mengancam akan memboikot bantuan yang semestinya diterima masarakat melalui pemerintah desa.

Tidak cukup disitu, diakhir pertemuan kepala desa dipaksa menyampaikan pernyataan kesetian untuk mendukung dan siap memenangkan NE di pemilihan Bupati Lampung Selatan mendatang, kepala desa diminta membuat video pernyataan sikap.

Pernyataan sikap dan kesetiaan kepala desa tersebut di videokan langsung oleh Jhony Izral memakai Hp yang sudah dia siapkan dengan alasan untuk laporan kepada NE, yang dimulai dari kepala desa Lebung Sari dilanjutkan secara bergilir kepada seluruh kepala desa.

Sementara kepala desa Sinar Karya memang tidak diundang, karena menurut informasi yang bersangkutan masih kerabat Lampung Selatan satu.

Jhoni Izral melakukan road show ke seluruh desa yang dikemas dalam kegiatan pembinaan aparatur. Kades diminta mengumpulkan pengurus BPD, Perangkat Desa, Kadus, RT, Linmas dan Pengurus PKK.

Dari beberapa road show yang sudah dilaksanakan seperti desa Tanjung Baru, Desa Baru Ranji, Desa Suban, Desa Karang Jaya, Desa Mekar Jaya dan Desa Karang Raja, ternyata topiknya sama. Seluruh alat Komunikasi peserta yang hadir diminta dikumpulkan dan dilarang membawa alat komunikasi dalam ruangan.

Setelah kades memberikan sambutan awal, lalu diminta meninggalkan ruangan dan selanjutnya Jhoni Izral yang didamping pejabat dan staf Kecamatan mulai memimpin rapat pertemuan.

Lagi-lagi Jhoni Izral melakukan intimidasi dan mengancam akan memberikan sangsi kepada aparatur desa yang tidak mendukung NE di Pilbup yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Menurut keterangan beberapa perangkat desa yang telah melaksanakan kegiatan tersebut, intimidasi dan ancaman yang telah dilakukan Camat dan jajarannya, membuat mereka merasa tertekan, was-was, terganggu fisikologinya serta menimbulkan tidak nyaman dalam melaksanakan tugas.

“Waduh, kami gak menyangka pada saat pertemuan yang dibahas justru urusan politik dan meminta kami yang hadir untuk memilih pak NE. Ditambah, ancamaya itu yang bikin kami jadi tidak nyaman,” ujarnya.

“Camat katakan bila kami tidak memenangkan di desa kami, maka bantuan desa akan dipangkas, lalu kami akan diberi sangsi serta pemerintah akan meminta tipikor untuk memeriksa anggaran Dana Desa dan seluruh bantuan yang lain,” jelas beberapa perangkat desa.

Sementara Jhoni Izral dihubungi via telpon,Selasa(30/4/2024) membantah melakukan intimidasi dan tekanan kepada kepala desa dan perangkat desa untuk memilih NE di Pilbub mendatang.

Menurutnya, dirinya mengumpulkan kepala desa untuk melakukan koordinasi terkait program-program yang dia laksanakan.

“Sebenarnya tidak ada intimidasi dan tekanan kepada kepala desa diwilayah kerja saya, saya kumpulkan kepala desa untuk menyampaikan program-program yang akan kita laksanakan,” elak camat.

“Dan sebagai pemberitahuan bahwa saya selaku Plt Camat Merbau Mataram yang baru menyampaikan bahwa saya akan berkeliling ke desa-desa guna berkenalan dengan perangkat desa,” kilahnya.

” Isu tersebut mungkin muncul dari orang yang tidak suka dengan saya. Sudah biasalah kalau ada satu atau dua orang yang gak suka,” tutup Jhoni Izral.