Jakarta, SIBER88.CO.ID_Mantan Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Purn. DR. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., mendukung dan apresiasi penuh pernyataan dari Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto, yang menyentil para Kapolres dan jajarannya agar mengangkat telpon dari wartawan yang sedang mencari informasi mengenai sesuatu berita yg Viral di wilayah hukumnya masing-masing.
Menurut Anton , sebaiknya para Kapolda dan kapolres tidak lepas dari tanggung jawab dalam sebuah pemberitaan, apalagi terhadap pemberitaan yang menyangkut masalah Tugas Kepolisian, sehingga jangan sampai mengabaikan panggilan atau telpon dari wartawan yang ingin memperoleh sebuah informasi.
Maka dari itu, Irwasum Mabes Polri baru-baru ini menyampaikan, agar kepala satuan Wilayah (Kasatwil) Polri di daerah melayani setiap wartawan yg ingin menkonfirmasi berita yg tentunya sangat urgent makanya harus tilpun langsung kasatwil. bukan malah mengabaikannya.
Mengutip pernyataan dari Irwasum Mabes Polri tsb, Anton menambahkan intinya.
“Kepala Satwil, harus mau mengangkat telpon dari para wartawan, jangan sampai berita tsb kalau tidak dikonfirmasi atau tidak di antisipasi malah jadi viral, kalau viral yang baik ya tidak apa-apa, tapi kalau viral yang Negatif akan menjadikan Citra dan Wibawa Institusi Jatuh.
Sebagai mantan Kapolda jabar Anton Charliyan mengaku diera informasi ini pernyataan dari Irwasum Polri tsb sangat Relevan utk mengingatkan kembali para Kasatwil , agar para Pimpinan Polri di tingkat manapun tidak alergi dengan wartawan,”
Apalagi saat ini sbgmana kita ketahui bersama, sbg abad Informasi, segala sesuatu, banyak ditentukan oleh Opini, dimana garda terdepan yg paling menentukan Arah Opini tsb adalah Media, disamping Medsos yg lain seperti FB, IG, Twiter, WA Group.
Anton Charliyan yg juga menjadi Pimpinan umum dan juga Sbg Pembina di berbagai Media daerah maupun Nasional.
Seorang Senior di Kepolisian Menghimbau agar para Kapolda dan Kapolres untuk pandai-pandai menjaga opini dan citra baik Polri, karena jika Kapolda dan Kapolres tidak pandai menjaga opini, dampaknya akan sangat fatal, untuk Institusi Polri ini.
Rating Polri saja sangat ditentukan oleh Opini tidak hanya semata2 oleh Kinerja yg Baik.
Adapun Salah satu tujuan yang dimaksud oleh Irwasum : kalau ditelpon oleh wartawan agar tidak alergi untuk mengangkat telpon tsb ,” adalah sbg antisipasi agar opini tsb tidak berkembang “menjadi opini liar “, sehingga dg adanya jawaban langsung dari Kasatwil atau Kasatker, berarti ada satu keterangan yg berimbang sbg Counter opini yg Kredible, sehingga apa yang disampaikan oleh Irwasum Polri merupakan sesuatu yang sangat baik untuk Polri sendiri, tentunys untuk mensukseskan Program PRESISI Kapolri.
Anton juga mengungkapkan jika program Kapolri dan Wakapolri terkait Program “Visit Media”, bahwa salah satu yang harus dikunjungi oleh Kasatwil sekarang itu, adalah Media bukan ormas-ormas rusuh , kenapa..? Karena memang saat ini media sudah menjadi The 4st ( four st ) power in the State (kekuatan ke empat dalam Negara) , selain Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif.
Sehingga kebijakan2 yg disampaikan oleh Kapolri , Wakapolri dan Irwasum Polri, menyangkut Visit Media dan Kasatwil / Kasatker harus angkat telpon wartawan, merupakan sebuah kebijakan Polri yang luar biasa dan sangat tepat, “artinya, institusi Polri sadar betul akan Kekuatan media saat ini, dan mengindikasikan bahwa salah satu Comunitas yg harus dirangkul dan Dijadikan Mitra Utama utk membangun Opini Positip Polri adalah Media.
Bahkan kadang – kadang ya, maaf saja kalau kita mau jujur, jika seandainya ada satu Institusi yang kerjanya kurang Maximal, tapi mampu menciptakan suatu opini atau berita yg Wah dan bagus, hasilnya malah bisa jadi Luar biasa. Apalagi jika Polri sbg satu Institusi yg Sudah bekerja dengan baik, ya sudah pasti beritanya juga akan lebih baik dan lebih Wah lagi,” ungkapnya.
” sebetulnya banyak sekali hal-hal yang sudah dikerjakan dengan baik oleh Polri, tapi belum semua dapat terangkat di media, akan tetapi hanya satu kejelekan yang dilakukan oleh oknum Polisi dapat menjadi berita viral di masyarakat yg langsung menjatuhkan Institusi ,
Padahal kerja keras Polri yang luar biasa selama ini , baik mengenai Pelayanan yg non stop 24 jam tanpa mengenal hari libur, Tugas2 kemanusiaan dlm menolong dan melayani masyarakat di jalanan , harus selalu siap datang ke TKP jam berapa pun juga dlm kondisi apapun juga, tidak peduli hujan, banjir ,bahkan gunung meletuspun harus selalu siap , harus senantiasa sabar ketika ada masyarakat yg memaki2, senantiasa sabar juga dlm menghadapi Unras2 yg anarkhis, Berjibaku melawan Teroris
Nah kerja keras seperti ini dianggap biasa2 saja oleh masyarakat padahal memerlukan dedikasi dan pengorbanan extra dari seluruh anggota, yg kemudian Hancur hanya gara2 satu Kesalahan Oknum yg berbuat Tercela.
Makanya dg adanya Kemitraan dan Kerjasama dg Media Mudah2an dapat mengangkat dg maximal perjuangan anggota2 polri dilapangan yg sudah bekerja keras & berdarah2 , serta bisa membuka mata masyarakat akan tugas Polisi yang sangat luar biasa tsb. Anton yg kini hanya seorang
Purnawirawan Pati Polri ini menegaskan, walaupun dirinya sudah Purna tapi tugas dan kewajiban nya sbg Bhayangkara tidak pernah Purna, dirinya ingin tetap berjuang, walaupun hanya dibelakang layar dg cara yg lain, ybs Menegaskan bahwa masyarakat harus tau, sesungguhnya Masih banyak Polisi yang lebih baik ,daripada oknum yang merusak dan bermasalah, ” Div Humas Polri , harus mampu menggali dan mengangkatnya kehadapan Publik, dan salah satu cara terbaik adalah yakni dg Bekerja sama dan Bermitra dg Media yg sudah ada, karena Polri tidak punya Media yg Kuat utk mempublikasikan Kinerja dan Program2 unggulanya… Sehingga Harmonisasi antara Polri dengan media setiap saat harus terus semakin ditingkatkan, dan hal ini harus terwujud mulai dari Daerah sampai Pusat, jika perlu bisa diikat dg Semacam MOU dg Media2 Yg khusus sbg Mitra Polri, secara berkala dan berjenjang sbg salah satu Penguatan Kinerja Div humas Polri. Utk itu Div Humas Polri agar segera Tanggap dlm menjabarkan statment2 yg sudah disampaikan para Pejabat Teras Polri tsb. demi kebaikkan kita bersama utk menjaga Kondusifitas Bangsa dan Negara.
Anton yg juga pernah jadi Kapoda Sulselbar menyampaikan, ketika ditanya, reporter , bagaimana jika ada Kapolda atau Kapolres yang tetap tidak mau mengangkat telpon dari wartawan ???.
Hal tsb menurutnya mengesankan seperti ada apa-apanya, ” pandangan awak media seakan2 ada indikasi sesuatu yang di sembunyikanoleh Kasatwil, yang tidak ingin diketahui oleh publik, akan tetapi sekalipun juga misalnya ada suatu kekeliruan, sebaiknya tetap di jawab dg mengedepankan fakta2 dan data yg bisa diterima publik, jangan malah dihindari, sehingga jngn sampai menjadi opini liar yg negatif, yang akan merusak Citra Polri di masyarakat. yg akhirnya jadi noda hitam bagi institusi, hanya gara-gara para Kapolda dan Kapolres yg terkesan menutup diri tidak bisa memberikan jawaban yg Pas.
Karena jika ada berita jelek/negatif untuk Polri, biasanya sangat susah untuk dibendung alias full Viral.
Terakhir
Anton berharap, dg adanya penegasan dari Irwasum dan Wakapolri tsb ,”jangan sampai ada lagi cerita, media tidak diterima oleh Kasatwil, kalo hal itu terjadi silahkan saja awak media laporkan kepada Irwasum, Wakapolri dan Propam ,” tutupnya. (red)
























