Cilacap Jateng, SIBER88.CO.ID_Penantian masyarakat korban tanah bergerak di desa Karanggintung akhirnya bisa menghela napas dan bahagia setelah kedatangan Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar untuk meresmikan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak tanah bergerak, Selasa (18/7/2023).
Untuk simbolis peresmian ditandai pemotongan pita dan penandatanganan prasati. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri beserta sejumlah kepala dinas, Forkopimcam Gandrungmangu, pemerintah desa, serta warga masyarakat. Ada 24 huntara yang dibangun di atas lahan seluas 2.862 meter persegi.
Untuk pasilitas selain itu fasilitas tersebut dilengkapi 1 unit mushola dan 8 unit MCK umum. Tiap unit huntara berukuran 5×5 meter persegi dengan dua kamar, dapur dan kamar anak. Rumah-rumah dirancang dengan tetap memperhatikan kenyamanan penghuninya.
Untuk unit-unit tersebut ditempatkan secara strategis di dekat infrastruktur yang ada, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar, untuk memfasilitasi kehidupan sehari-hari penghuninya.
Sementara Pj Bupati Yunita Dyah Suminar menyampaikan keprihatinannya kepada warga terdampak dan menekankan pentingnya bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Di sisi lain, dia memuji ketangguhan dan kesabaran warga yang terkena dampak di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Yunita meyakinkan mereka bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk menemukan solusi permanen untuk masalah ketidakstabilan tanah mereka.
Lanjut Yunita “Nantinya kita rencanakan ada Huntap. Tanahnya sudah ada nanti dibayar kabupaten dan kita dapat bantuan dari BNPB. Gotong royong dan kerjasama ini harus terus dibangun di Cilacap”, terangnya.
Selanjutnya Yunita mengakui upaya tak kenal lelah dari tim penyelamat, relawan lokal, dan LSM yang telah memberikan dukungan selama masa sulit ini. Yunita pun mengapresiasi sinergitas antara pemerintah daerah, stakeholder, dan anggota masyarakat yang mendukung program huntara.
Untuk proyek perumahan sementara merupakan bagian dari rencana komprehensif untuk mengatasi masalah tanah bergerak yang sudah berlangsung lama di wilayah tersebut. Pemkab Cilacap bekerja sama dengan para ahli dan peneliti untuk mengeksplorasi solusi berkelanjutan, termasuk langkah-langkah stabilisasi lahan, untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat yang terkena dampak.
Yunita pun mewanti-wanti “Tolong dipelihara rumah yang sederhana ini. Kalau ada apa apa hubungi Bu Erna (Plt. Kalak BPBD Cilacap). Dengan fasilitas yang masih terbatas nanti akan dilengkapi secara bertahap”, tegasnya
Sebagai simbolis peresmian rumah sementara menandai tonggak penting dalam upaya berkelanjutan untuk memberikan bantuan kepada para korban tanah bergerak. Yunita menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut dan mengimbau warga untuk memanfaatkan hunian sementara yang disediakan dengan sebaik-baiknya.
(PURWANTI/PIPIT).
























