Merasa Terusik Wartawan,Diduga Pelaku Pelangsiran BBM Subsidi di Alenangka Emosi

Sinjai Sulsel, SIBER88.CO.ID_Pemberitaan terkait dugaan praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU Alenangka Kabupaten Sinjai menuai reaksi dari pihak yang diduga terlibat.

Seorang warga Desa Alenangka Kecamatan Sinjai Selatan berinisial S, yang disebut-sebut sebagai pelangsir BBM, menyampaikan keberatan atas pemberitaan yang beredar pada Kamis (9/4/2026).

Ia menilai pemberitaan tersebut tidak berimbang karena hanya menyoroti pelangsiran Pertalite.

“Kenapa hanya pelangsir Pertalite yang diberitakan, sementara solar juga banyak pelangsir, pakai jerigen,” ujar S melalui pesan daring.

Tak berhenti di situ, S juga meminta wartawan untuk datang langsung menemuinya di lokasi SPBU. Ajakan tersebut disampaikan dengan nada tinggi dan emosional, sehingga memunculkan dugaan adanya upaya intervensi terhadap kerja jurnalistik.

Situasi ini memicu kekhawatiran terkait independensi pers di lapangan. Dalam prinsip jurnalistik, wartawan memiliki kebebasan untuk mencari, memperoleh dan menyampaikan informasi kepada publik tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Di sisi lain, praktik pelangsiran BBM subsidi kembali menjadi sorotan. Distribusi BBM bersubsidi telah diatur pemerintah agar tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berhak.

Pelangsiran dinilai berpotensi merugikan masyarakat luas karena dapat menyebabkan kelangkaan dan antrean panjang di SPBU.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat penegak hukum terkait dugaan pelangsiran BBM subsidi, baik jenis Pertalite maupun solar di wilayah tersebut.

Sejumlah pihak pun mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan penelusuran guna memastikan kebenaran informasi. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas dinilai perlu dilakukan agar distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap kerja jurnalistik agar tetap independen, profesional dan bebas dari tekanan dalam menyampaikan informasi kepada publik.