MASDA Jabar Audiensi dengan DPRD, Fokus Revitalisasi Kampung Adat

Bandung Jabar, SIBER88.CO.ID_Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui Surat Keputusan Nomor 430/Kep.120-Disparbud/2026 tanggal 6 Maret 2026, resmi menetapkan kepengurusan Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat periode 2026 – 2027.

Dalam keputusan tersebut, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan atau yang akrab disapa Abah Anton, dipercaya sebagai ketua umum merangkap anggota.

Selain Abah Anton, sejumlah tokoh turut ditetapkan sebagai anggota MASDA Jawa Barat, diantaranya Agus Aris Munandar, Danny Hilman Natawijaya, Elis Suryani Nani Sumarlina, Undang Darsa, Yadi Heryadi, Okki Jusuf Judanagara, Arief Abimanyu Wiradisuria, Deden Hidayat, Roza Mintareja, Oman Rukmana, serta Rulany Indra Gartika Rusadi Wirahaditenaya.

Berdasarkan keputusan tersebut, MASDA Jawa Barat memiliki tugas sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat adat dalam rangka pelestarian budaya di kampung adat.

Adapun fungsinya meliputi koordinasi dengan masyarakat adat, perumusan rekomendasi pelestarian adat, serta pelaporan kepada gubernur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Sebagai langkah awal memperkuat peran kelembagaan, MASDA Jawa Barat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, pada Jumat(24/4/2026)kemarin di Bandung.

Dalam pertemuan tersebut, Abah Anton menegaskan bahwa fokus utama MASDA adalah revitalisasi kampung adat sebagai basis pelestarian identitas budaya Sunda.

Menurutnya, kampung adat bukan hanya menyimpan nilai budaya, tetapi juga menjadi sumber kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketahanan pangan.

“Kampung adat dengan segala nilai dan tradisinya dapat menjadi contoh nyata dalam menjaga harmoni dengan alam serta mendukung ketahanan pangan masyarakat,” kata Abah Anton kepada awak media, Selasa(28/4/2026).

Abah Anton berharap, adanya dukungan dari DPRD Jawa Barat agar program-program MASDA dapat berjalan optimal, khususnya dalam pelestarian budaya daerah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jawa Barat menyampaikan komitmennya untuk mendukung langkah MASDA. Menurutnya, pembangunan Jawa Barat saat ini mengedepankan pendekatan berbasis budaya.

“Keberadaan MASDA Jabar sangat strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan berbasis budaya,” ungkap Buky.

Dalam audiensi tersebut, anggota MASDA, Okki Jusuf Judanagara, menyampaikan sejumlah poin penting hasil pertemuan, diantaranya:
– Kampung adat sebagai museum hidup masyarakat Sunda
– Pelestarian ritual adat dalam aktivitas ekonomi seperti pembuatan gula aren
– Penguatan identitas masyarakat Sunda dengan budaya
– Peran MASDA dalam ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat adat
– Harmoni manusia dengan alam sebagai sumber kekuatan
– Budaya sebagai pondasi pembangunan Jawa Barat
– Pembentukan Tim Rancagé di tiap wilayah
– Edukasi masyarakat terkait pemahaman nilai budaya seperti “mengagungkan” dan “menyembah”.

Sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan, MASDA Jawa Barat menyerahkan cenderamata kepada Ketua DPRD berupa pusaka keris Nagasasra serta produk khas Kampung Naga, seperti gula kawung, pindang ikan tawes dan madu.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, serta diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen sinergi antara MASDA Jawa Barat dan DPRD dalam menjaga serta melestarikan budaya Sunda.