M Sidkon dari F-PKB DPRD Jabar Sosialisi 4 Pilar Kebangsaan

Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_HM Sidkon DJ SH anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB menggelar kegiatan Sapa Masyarakat dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika).

Bertempat di kantor Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama(MWCNU)kecamatan Kertasmaya kabupaten Indramayu Jawa Barat,Jum’at(26/8/2022).

Tujuan dari kegiatan tersebut sebagai upaya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada masyarakat juga dalam rangka program citra bhakti parlemen dalam sketsa kebangsaan.

Peserta yang diundang sangat terbatas dan mematuhi protokol kesehatan dengan dihadiri dari muspika Kertasmaya,kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

HM Sidkon DJ SH mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara khususnya terhadap masyarakat.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pilar adalah tiang penguat (bangunan), pilar juga sebagai dasar (yang pokok)/atau induk serta tiang penyangga.

“Pentingnya pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan idiologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,”sambung Sidkon(26/8/2022).

Anggota dewan dari Fraksi PKB tersebut menjelaskan,dasar hukum Sosialisasi empat pilar MPR RI adalah UU Nomor 17 Tahun 2014 jo UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 C.Selain itu juga Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2014 Tentang tata Tertib MPR RI Pasal 6 huruf a dan b, Pasal 13 huruf C.

“Sedangkan yang terakhir Inpres No.6 Tahun 2005 tentang dukungan kelancaran pelaksanaan sosialisasi UUD NRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh MPR,”jelasnya.

Ia juga menyebutkan,tantangan kebangsaan menurut TAP MPR No.VI Tahun 2001 tentang etika kehidupan berbangsa dibagi dua,ada internal dan eksternal.

Sementara untuk yang eksternal ada dua yakni pertama globliasi, menurutnya pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam.

“Poin kedua kapitalsime, dimana makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional,”tukasnya.

“Saya berharap apa yang disampaikan kepada masyarakat di MWC NU ini dapat bermanfaat dan dapat disampaikan minimal dilingkungan masyarakat sekitarnya dalam upaya membuat para masyarakat paham terkait apa itu empat pilar kebangsaaan serta implementasinya,”pungkasnya. (Bzz)