Hendrik Seorang Aktivis Mahasiswa Diintimidasi oleh 4 Oknum

Lebak Banten, SIBER88.CO.ID_ Hendrik Arrizqy, seorang aktivis mahasiswa mengaku mengalami intimidasi oleh empat orang oknum tak bertanggungjawab, kejadian tersebut terjadi di sebuah warung kopi di Warungasem Desa Kadujajar Malingping Lebak pasa Kamis(2/4/2026).

Alasan penyerangan tersebut berawal dari rencana audiensi yang dilayangkan pihaknya tehadap Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak menyoal solusi dan transparansi pengelolaan alun-alun Malingping serta dugaan praktik Pertambangan Ilegal (Perti) milik PT SBJ.

“Betul saya diintimidasi, intinya mereka menginginkan agar kami tidak berangkat audiensi. Bahkan, saya sempat ditendang dua kali oleh inisial O sambil mengeluarkan ancaman, kemudian mereka mengeroyok saya,” beber Hendrik.

Salah seorang dari mereka, berinisial A mengatakan dalam bahasa Sunda “Geus bawa bae kaleuwueng, urang gebugan”(Sudah bawa saja ke hutan, kita gebukin).

Dengan kejadian yang dialaminya,Hendrik berencana akan melaporkan para pelaku ke Polsek Malingping.

“Kami tidak bisa membiarkan perlakuan seperti ini, dimana letak kesalahan kami di mata hukum. Sedangkan, gerakan kami hanya meminta pembahasan melalui audensi terhadap Pemerintah Kabupaten, bukan berniat membuat kericuhan,” tambahnya.

“Untuk itu, kami meminta agar laporan tersebut ditindaklanjuti, serta memanggil semua oknum yang terlibat, secara terbuka agar terungkap dalang dibalik semua itu,” pintanya tegas kepada aparat penegak hukum.

Ia menyayangkan adanya tindakan premanisme serta menghalang-halangi hak warga negara, utamanya akses keterbukaan informasi publik dan kebebasan berpendapat, sebagaimana diatur dalam undang-undang.