Bawa Celurit dan Stik Golf, Dua Pelajar Diamankan Usai Tawuran di Ujung Harapan Bekasi

Bekasi Jabar, SIBER88.CO.ID_Aksi tawuran antarpelajar di Jalan Raya Kyai Haji Tajudin, Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, berhasil dibubarkan oleh jajaran organisasi masyarakat (ormas) Gibas Sub Bahagia.

Dalam kejadian tersebut, dua orang pelajar diamankan bersama barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dan stik golf.

Peristiwa itu diketahui ketika Rifat, waraawan Siber88 sekaligus anggota WN88 Humas Mabes Polri, sedang melintas di lokasi. Ia melihat keramaian yang ternyata merupakan aksi tawuran antarpelajar.

Lokasi kejadian tepat berada di depan kantor Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Sub Bahagia. Mengetahui adanya aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Ketua Gibas Sub Bahagia, Amang Kartaman, bersama sejumlah anggotanya langsung bergerak cepat untuk membubarkan tawuran tersebut.

Dua pelajar yang diamankan selanjutnya dibawa ke Polsek Babelan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Ketua Gibas Sub Bahagia, Amang Kartaman, menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap keamanan lingkungan, khususnya di wilayah Ujung Harapan, Kecamatan Babelan.

Menurutnya, keberadaan organisasi masyarakat tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam mencegah berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Ini merupakan wujud nyata bahwa Gibas memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya di wilayah Ujung Harapan.

Kami ingin ikut menjaga agar masyarakat merasa aman dan nyaman dari berbagai tindakan yang mengganggu ketertiban,” ujar Amang Kartaman.

Ia menegaskan, salah satu komitmen Gibas adalah menjalankan prinsip K3 (Keamanan, Ketertiban, dan Keindahan) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang kondusif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RW 05, Abdul Aris, menekankan pentingnya sinergi antara pengurus lingkungan, organisasi masyarakat, dan seluruh warga dalam menjaga keamanan wilayah.

Menurutnya, menjaga ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan atau organisasi tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Sinergitas antara lingkungan, organisasi masyarakat, dan seluruh warga Ujung Harapan Bahagia sangat penting. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah Bekasi,” ungkap Abdul Aris.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah aksi kekerasan di kalangan pelajar.

Kolaborasi antara warga, organisasi masyarakat, dan aparat kepolisian diharapkan dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Meski demikian, penanganan terhadap kedua pelajar yang diamankan tetap perlu mengedepankan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memastikan fakta kejadian melalui pemeriksaan pihak kepolisian serta melibatkan orang tua dan pihak sekolah.