Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_ Pemerintahan Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin terus mendorong berbagai program pembangunan melalui visi menuju Indramayu REANG.
Salah satunya adalah sektor pertanian. Pada sektor pertanian, Indramayu terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah sentra pangan nasional.
Total Lahan Baku Sawah tercatat mencapai 124.517 hektare, sementara Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mencapai 92.888 hektare.
Pemerintah daerah menargetkan produksi padi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 1,7 juta ton. Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk pompa air, normalisasi saluran, pembangunan irigasi perpompaan, Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta pengaturan gilir-giring air.
Selain padi, produksi komoditas mangga Indramayu juga disebut mencapai sekitar 114.000 ton per tahun.
Dengan program ini, masyarakat petani di wilayah Indramayu sangat diuntungkan.
Abdulkarim(69), warga desa Sliyeg kecamatan Sliyeg kabupaten Indramayu Kamis(27/8/2026),kepada awak media ini mengatakan bahwa adanya pompa air dapat membantu mengairi sawah yang cukup jauh dari aliran sungai.
“Kebetulan sawah saya jaraknya cukup jauh dari aliran sungai sehingga membutuhkan pompa air untuk mengaliri sawah saya,” kata Abdul Karim.
Di lokasi berbeda, Khumed, warga desa Sliyeg Lor kecamatan Sliyeg, juga kepada awak media ini menyampaikan bahwa dirinya sangat diuntungkan dengan adanya normalisasi saluran.
“Setelah saluran dinormalisasi yang menuju ke area persawahan saya,sekarang air menjadi lancar,” terangnya.
“Mudah-mudahan air sampai mendekati masa panen tidak kekurangan,” harapannya.
” Dengan demikian hasil panen kami para petani menjadi maksimal,” pungkasnya.
























