Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bekali Taruna Akmil Tentang Kepemimpinan Militer Era Kontemporer

Magelang Jateng, SIBER88.CO.ID_Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi I DPR RI,Dave Akbarshah Fikarno Laksono,beserta rombongan di Kesatrian Akademi Militer Magelang, Jumat (3/7/2026).

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan ceramah pembekalan kepada 511 Taruna/Taruni Akademi Militer Tingkat III/Sermatar Tahun Pendidikan 2025-2026 di Gedung Mochammad Lily Rochli.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembekalan menjelang penutupan pendidikan dan pelantikan para Taruna menjadi Perwira Remaja TNI Angkatan Darat tahun 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Akademi Militer menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan Wakil Ketua Komisi I DPR RI meluangkan waktu untuk memberikan pembekalan kepada para calon Perwira Remaja.

Menurutnya, kehadiran pimpinan Komisi I DPR RI menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi para Taruna untuk memperluas wawasan kebangsaan, memahami dinamika lingkungan strategis, serta meningkatkan pemahaman mengenai kebijakan pertahanan negara dan peran strategis lembaga legislatif dalam mendukung sistem pertahanan nasional.

Gubernur Akmil juga menyampaikan bahwa Taruna Tingkat III/Sermatar akan menutup pendidikan pada 16 Juli 2026 di Mabes TNI Cilangkap dan selanjutnya mengikuti Prasetya Perwira di Istana Merdeka pada 21 Juli 2026.

Mengusung tema “Kepemimpinan Militer Era Kontemporer: Sinergi Strategis TNI dan Lembaga Legislatif dalam Sistem Pertahanan Negara”, Dave Akbarshah Fikarno Laksono menekankan bahwa tantangan pertahanan abad ke-21 berkembang semakin kompleks seiring hadirnya ancaman multidimensi, seperti perang siber, perang informasi, operasi hibrida, kecerdasan buatan, hingga sistem senjata otonom.

Menurutnya, kekuatan pertahanan negara tidak hanya ditentukan oleh modernisasi alat utama sistem persenjataan, tetapi juga oleh kepemimpinan yang visioner, kemampuan berpikir strategis, penguasaan teknologi, serta sinergi yang kuat antara TNI dan lembaga legislatif dalam membangun sistem pertahanan negara yang adaptif.

Ia juga menegaskan bahwa Taruna Akademi Militer harus dipersiapkan menjadi warrior-scholar, yaitu prajurit yang tangguh sekaligus pemikir strategis yang mampu menjawab tantangan peperangan modern berbasis teknologi dan informasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan di Graha Utama Akademi Militer, dilanjutkan ramah tamah, pelaksanaan ceramah pembekalan, sesi diskusi dan tanya jawab bersama para Taruna, serta diakhiri makan siang bersama di Lounge Graha Utama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.

Diharapkan pembekalan ini semakin memperkuat karakter kepemimpinan, wawasan strategis, serta profesionalisme para Taruna Akademi Militer sebagai calon Perwira TNI Angkatan Darat yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara.