Makmur Pasiwaratu Kecam Berita Hoax Tukang Siomay Terintimidasi

Bandar Lampung, SIBER88.CO.ID_Makmur Pasiwaratu, Panglima Forum Masyarakat Lampung Bersatu (Formalab), mengecam keras terkait pemberitaan mengenai kasus tukang siomay di wilayah Kemiling yang beredar melalui akun media sosial milik Indra Segalo galo.

Ia menegaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta serta kenyataan di lapangan.

“Saya dengan tegas menyatakan bahwa pemberitaan yang beredar terkait kasus tukang siomay di Kemiling tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” kata Makmur dalam pernyataan resminya di Sekretariat Formalab provinsi Lampung,Jum’at(29/5/2026).

“Informasi tersebut termasuk dalam kategori kabar bohong (hoaks) yang dinilai telah mendiskredikkan seseorang dan menyesatkan,” lanjutnya.

Menurut Makmur, kasus yang menjadi perbincangan telah masuk ke dalam proses hukum yang berjalan sesuai aturan.

“Perkara yang ada di Polsek Kemiling untuk saat ini, tersangka telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A sebanyak tiga kali,” terangnya.

“Proses hukum berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, jadi jangan menggiring opini ke masyarakat yang mengatakan kasus laporan di Polsek Kemiling tidak berjalan ” timpalnya.

Makmur juga membantah dugaan yang menyatakan bahwa penyidik Polresta sulit dihubungi dan nomor wartawan diblokir oleh penyidik kata pihak yang menyebarkan pemberitaan. Hal ini tidak benar dan dapat merusak citra Polri dimata masyarakat.

“Video yang beredar juga terdapat perkataan bahwa Sofyan DP mencari keuntungan atau uang dan berbuat dzalim terkait dengan kasus ini,” ungkap Makmur.

“Disini saya tekankan agar jangan asal bicara, terutama dalam menyampaikan pemberitaan, apabila belum tahu masalah dan fakta yang jelas, ” pintanya tegas.

Makmur mengajak seluruh rekan media maupun organisasi masyarakat untuk selalu mempertimbangkan dan menelaah setiap berita dengan cermat.

“Segala sesuatu harus dipastikan lebih dahulu bahwa informasi yang disampaikan tersebut apakah sudah sesuai dengan fakta yang ada di lapangan,” kata dia.

“Saya mengimbau kepada semua pihak, baik yang aktif di media sosial maupun yang menerbitkan tulisan di media online, untuk lebih teliti jika ingin menyampaikan atau menyebarluaskan nformasi,” imbau Makmur.

“Semua pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta adalah hoaks, apalagi terkait dengan mendiskreditkan nama seseorang, itu harus dihindari,” pungkasnya.